Juli 2019
Membangun kekayaan bersih artinya berusaha meningkatkan aset yang nilainya tumbuh dan mengurangi kewajiban yang dimiliki saat ini.

Anda yang tidak memiliki hutang, memiliki rencana pensiun, dan investasi yang terus tumbuh akan lebih besar kemungkinan memiliki kekayaan bersih yang tinggi.

Membangun kekayaan bersih tidak hanya tentang meningkatkan aset saja, tetapi juga kemampuan Anda untuk menurunkan jumlah hutang.

Jangan sampai hutang yang ada mengurangi kemampuan Anda untuk mencapai tujuan keuangan.

Berikut ini 4 kewajiban yang tanpa disadari bisa merusak peluang saat akan membangun kekayaan bersih.

4 Kewajiban yang Tanpa Disadari Bisa Merusak Kekayaan Bersih Anda

1, Utang Kartu Kredit

terjadi saat Anda menunda pembayaran tagihan dan membuat beban bunga semakin bertambah.

Tidak hanya itu saja, memiliki banyak hutang kartu kredit bisa merusak skor kredit dan pada akhirnya membuat Anda kesulitan mengambil pinjaman yang lain, seperti pinjaman membeli rumah atau pinjaman untuk memulai usaha.

Anda harus segara melunasi kewajiban tersebut dengan cara mengurangi pengeluaran yang ada.

2. Cicilan Mobil

Harga kendaraan tidaklah murah, inilah yang menjadi faktor mengapa banyak orang memilih untuk melakukan pembayaran dengan cara mencicil.

Padahal jika Anda bisa membayar dengan cara tunai, ini jauh lebih baik.

Kami lebih menyarankan Anda untuk menabung terlebih dahulu saat akan membeli kendaraan.

Tahan keinginan membeli kendaraan baru sampai mobil yang dimiliki saat ini sudah tidak bisa digunakan.

Atau Anda juga bisa berinvestasi sebelum membeli mobil pada produk yang menguntungkan.

Bukankah berinvestasi memiliki resiko?

Apabila dana tersebut telah memberikan hasil yang optimal, barulah Anda bisa menggunakannya untuk membeli mobil yang diinginkan.

3. Tagihan Medis

Anda tidak pernah mengetahui kapan keluarga atau Anda sendiri sakit dan perlu melakukan perawatan medis.

Biaya perawatan di rumah sakit, operasi, atau opname sangatlah tinggi dan bisa menghancurkan tabungan yang telah disimpan sebelumnya.

Untuk mencegah masalah di atas, sebaiknya Anda melindungi diri dan anggota keluarga dengan asuransi.

Meskipun premi asuransi tidak bisa dikatakan murah, tetapi asuransi bisa sangat membantu Anda saat harus membayar biaya tagihan medis keluarga yang sedang sakit.

4. Angsuran Membeli Rumah

Memiliki rumah adalah salah satu cara terbaik untuk membangun kekayaan bersih. Masalah akan terjadi saat Anda memiliki angsuran pembayaran rumah yang sangat tinggi.

Angsuran pembayaran rumah yang terlalu tinggi akan mengurangi kemampuan Anda menyimpan uang dan berinvestasi, itu artinya angsuran yang tinggi akan mencegah Anda meningkatkan kekayaan bersih dengan cara yang lain.

Tidak masalah jika ingin membeli rumah dengan cara mencicil, tetapi harus memperhatikan angsuran yang dibayarkan tidak lebih dari 30% dari total penghasilan.

Apakah memiliki salah satu dari kewajiban di atas?

4 utang dan kewajiban di atas adalah beberapa contoh penyebab yang bisa merusak kekayaan bersih.

Jika memungkinkan, Anda bisa secara perlahan menghapus utang dan mengalihkan sebagian penghasilan untuk berinvestasi. Semoga bermanfaat
Perusahaan raksasa teknologi seperti Facebook, Dropbox, dan Instagram berawal dari perusahaan start-up yang mampu meraih kesuksesan dengan baik. Jangan melihat perusahaan start-up sebagai tren bisnis saja, sebab ada beberapa pelajaran keuangan pribadi yang bisa dipelajari.

Berikut ini 3 cara berpikir perusahaan start-up yang bisa diterapkan untuk meningkatkan kondisi keuangan Anda.

3 Cara Berpikir Perusahaan Start-Up, Bisa Meningkatkan Kondisi Keuangan

1. Jangan Berfokus Pada Banyak Hal

Para pendiri start-up menemukan bahwa layanan yang melakukan satu hal dengan sangat baik lebih bagus daripada layanan yang mencoba melakukan banyak hal.

Peter Thiel, seorang Co-Founder dari PayPal menyarankan semua pengusaha pemula untuk berpikir keras dan mengejar satu ide yang tidak dilakukan orang lain.

Jika dikaitkan dengan keuangan pribadi, Anda harus membuat sesuatu menjadi sederhana dan berfokus pada tujuan atau masalah keuangan yang ingin diselesaikan.

Misalnya saja, Anda berfokus untuk menghilangkan utang kartu kredit yang berbunga tinggi atau berfokus mengumpulkan dana untuk membeli rumah pertama.

2. Jangan Takut Salah dan Mengubah Rencana

Payal Kadakia adalah seorang pendiri Classtivity yang merupakan layanan kelas kebugaran dengan model membayar per kelas. Setelah 2 tahun beroperasi, layanan yang diberikan tidak menarik oleh banyak orang.

Kemudian ia menjadikan Classtivity menjadi ClassPass dengan langganan USD 99 dan memungkinkan para pengguna pergi ke kelas mana pun untuk ikut berpartisipasi.

Dengan sedikit mengubah metode layanan, Classpass menjadi bisnis yang bernilai USD 470 saat ini.

Jika rencana keuangan Anda tidak berfungsi sama sekali, maka inilah saatnya untuk mengubah rencana dan melakukan berbagai perbaikan.

Perubahan tidak bisa dihindari dan sambutlah perubahan tersebut agar bisa memperbaiki situasi keuangan Ada.

3. Melakukan Outsourcing Untuk Hal yang Tidak Penting


Jeff Haynie seorang CEO Appcelerator mengungkapkan bahwa perusahaan start-up selalu melakukan outsourcing untuk menekan biaya yang tidak diperlukan.

Anda harus mulai memetakan tugas dan menentukan mana tugas yang sebaiknya dilakukan oleh orang lain.

Dengan melakukan outsourcing pekerjaan, maka Anda bisa berfokus pada kegiatan operasional inti dengan baik.

Dalam hal keuangan bisa jadi Anda kesulitan untuk mengatur keuangan, sulit membuat anggaran, atau sulit menemukan penawaran terbaik saat akan berbelanja.

Anda tidak harus melakukan outsoursing dengan mempekerjakan orang lain mengelola keuangan.

Jika pasangan lebih baik dalam mengatur keuangan, Anda bisa membiarkan semua penghasilan diatur dengan baik oleh pasangan saja.

Hal yang penting untuk diingat dalam mengatur anggaran keuangan adalah menyisihkan sebagian penghasilan untuk berinvestasi.

Jika Anda termasuk ke dalam investor pemula dan memiliki profil resiko konservatif, maka mulailah berinvestasi pada produk yang rendah resiko dan modal yang minim.
Kemampuan untuk kembali bangkit setelah timbul masalah keuangan adalah suatu keharusan dalam kondisi keuangan yang sedang tidak stabil.

Kondisi keuangan yang tidak stabil bisa dalam bentuk kehilangan pekerjan, timbul masalah kesehatan dan membutuhkan biaya yang besar, sampai permasalahan ekonomi.

Kemampuan untuk bertahan dan kembali pulih dari kemunduran keuangan tergantung pada kemampuan Anda mempersiapkan semua hal sebelum bencana itu datang.

Meskipun Anda tidak bisa memprediksi masalah keuangan, tidak bisa mengendalikannya, dan mencegah bencana keuangan.

Setidaknya ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menghadapi situasi keuangan yang memburuk.

5 Cara Untuk Menghadapi Situasi Keuangan yang Memburuk

1. Melakukan Persiapan


Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh GoBankingRates mengungkapkan bahwa sekitar 39% orang Amerika dari 8.000 orang yang disurvey tidak memiliki tabungan dan sekitar 57% hanya memiliki tabungan kurang dari USD 1000.

Itu artinya hampir 2/3 dari orang yang disurvey tidak bisa menahan kemunduran keuangan yang signifikan.

Kemampuan Anda untuk pulih dari kondisi keuangan yang memburuk berbanding lurus dengan kesehatan keuangan yang dimiliki.

Jika tidak memiliki uang yang disimpan, memiliki banyak hutang, dan tidak mempersiapkan anggaran, Anda akan kesulitan untuk menghadapi situasi keuangan yang buruk.

2. Melakukan Latihan

Salah satu bentuk latihan untuk menghadapi kondisi keuangan yang buruk adalah mempersiapkan anggaran dengan baik.

Membuat anggaran akan memungkinkan Anda mengetahui kemana uang yang dimiliki pergi.

Cara lain yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan kejutan keuangan yang bisa saja terjadi di masa depan adalah memotong pengeluaran yang tidak penting.

Mulailah berlatih bersama keluarga untuk memenuhi kebutuhan pokok yang penting dan mulai mengurangi berbagai keperluan yang tidak diperlukan.

3. Jangan Mudah Panik

Saat masalah keuangan terjadi, penting untuk tetap tenang dan tidak panik. Saat Anda tertekan, maka keputusan yang diambil akan membuat masalah semakin memburuk.

Oleh karena itu, penting untuk menilai situasi keuangan dan menemukan berbagai solusi yang memungkinkan sebelum membuat keputusan.

4. Membuat Prioritas Keuangan

Selanjutnya, Anda perlu menetapkan prioritas keuangan sebelum bencana datang. Anda harus selalu merencanakan berbagai kebutuhan dasar, seperti makanan, perumahan, transportasi, dan lain sebagainya.

Prioritaskan kebutuhan yang bisa menjaga diri Anda dan keluarga tetap hidup, merasa nyaman, sehat, dan aman.

5. Bersikap Proaktif

Hal terakhir yang perlu dilakukan sebelum dan selama masalah keuangan terjadi adalah selalu bersikap proaktif.

Proaktif artinya Anda secara aktif menemukan berbagai solusi keuangan untuk mengatasi masalah dan mencegah hal buruk semakin parah.

Misalnya saja Anda mulai berinvestasi agar berbagai kebutuhan di masa depan dapat terpenuhi dengan baik, mulai mempersiapkan dana darurat agar bisa membantu Anda mengatasi masalah keuangan,  dan belajar berhemat.
Mungkin Anda membayangkan bahwa masa pensiun membuat lebih banyak kesempatan untuk menghabiskan banyak waktu dengan berlibur, bermain dengan cucu, dan menikmati hidup dengan tenang.

Namun, bisa jadi Anda menemukan kondisi kekurangan dan muncul kesadaran untuk terus bekerja di masa pensiun.

Tidak masalah jika ingin terus bekerja meskipun telah memasuki masa pensiun. Berikut ini 3 cara yang bisa dilakukan untuk menikmati waktu bekerja di masa pensiun.

3 Cara yang Bisa Dilakukan Untuk Menikmati Bekerja di Masa Pensiun

1. Anda Mungkin Merasa Lebih Bahagia Saat Aktif Bekerja

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 lalu oleh Dr. Elizabeth Mokyr Horner dalam Journal of Happiness Studies mengungkapkan bahwa para pensiunan mengalami peningkatan kesejahteraan dan kepuasan hidup dalam beberapa bulan pertama pensiun, tetapi akan merasakan penurunan yang tajam terhadap kepuasan selanjutnya.

Hal di atas dapat terjadi karena lingkaran sosial Anda telah menyusut dan tidak lagi memiliki rekan kerja yang bisa diajak berinteraksi setiap hari.

Kurangnya kontak sosial akan meningkatkan perasaan kesepian dan depresi yang menjadi masalah utama para pensiunan.

Dengan tetap aktif bekerja, Anda bisa mencegah permasalahan ini dan tetap terus aktif berinteraksi dengan rekan kerja atau klien.

2. Membuat Tempat Kerja yang Lebih Baik 

Para pensiunan biasanya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih banyak dari mereka yang berusia muda.

Pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki bisa menjadi sesuatu yang berharga di tempat kerja dan memberikan kesempatan Anda untuk membantu rekan kerja yang lain.

Jika Anda memilih untuk berwirausaha, maka karyawan bisa mendapatkan saran dan nasihat yang lebih baik agar bisa bekerja dengan optimal.

3. Memiliki Kesempatan Untuk Terus Berinvestasi

Kesempatan bekerja setelah melalui masa pensiun memberikan kesempatan dan peluang untuk berinvestasi.

Hal ini bisa terjadi karena Anda masih memiliki sumber penghasilan yang bisa disisihkan untuk berinvestasi.

Namun, tidak semua jenis investasi yang menguntungkan cocok untuk dijadikan portofolio.

Pembayaran pinjaman dan bunga akan menjadi penghasilan pasif yang akan didapatkan selama Anda berinvestasi di KoinWorks.

Potensi imbal hasil yang bisa didapatkan mencapai lebih dari 21,32% per tahun dan ini tentu saja sangat menguntungkan daripada hanya menabung di bank saja.

4. Pilihan Ada di Tangan Anda

Bekerja di masa pensiun bukan berarti membuat kehidupan Anda memburuk. 3 alasan di atas menunjukkan bahwa tetap bekerja di masa pensiun bisa membuat Anda lebih bahagia dan berkesempatan untuk membagikan pengalaman kepada orang lain.

Tetap aktif bekerja akan membuat Anda dapat terus terhubung dengan orang lain dan tetap berkesempatan untuk berinteraksi dengan banyak orang.

Cara seperti ini akan mencegah Anda dari perasaan kesepian dan terisolasi
Motivasi dan sikap internal yang ada di dalam diri sendiri akan sangat berhubungan dengan cara Anda mengelola uang. Misalnya saja, ada orang tua yang lebih mudah menghabiskan uang untuk anak mereka daripada untuk diri sendiri.

Atau ada juga orang yang takut menghabiskan uang dan memiliki anggaran yang sangat ketat.

Bagaimana dengan Anda?

Pola pengeluaran yang Anda lakukan akan menunjukkan korelasi langsung dengan prioritas dan kesehatan keuangan secara keseluruhan.

Indikator tersebut dapat terlihat dalam jumlah rekening tabungan, investasi, atau jumlah utang yang dimiliki.

Berikut ini 3 jenis orang berdasarkan pola pengeluaran yang mereka lakukan.

Ketahui 3 Jenis Orang Berdasarkan Tipe Pengeluarannya, Ayo Cari Tahu!

1. Tipe Minimalis

Jika pengeluaran yang dilakukan hanya untuk kebutuhan makanan, pakaian, tempat tinggal, dan tagihan bulanan, maka mungkin Anda termasuk orang yang minimalis.

Meskipun memiliki gaya hidup minimalis, jangan sampai lupa dengan waktu rekreasi, liburan, atau pengeluaran yang bermanfaat untuk memanjakan diri Anda.

Melupakan hal tersebut akan merusak kesehatan fisik dan emosional Anda. Ingatlah, melakukan sesuatu yang tidak sejalan dengan gaya hidup adalah cara cepat untuk tidak bahagia.

2. Tipe Konsumtif

Jika Anda termasuk orang yang pergi berbelanja untuk bersenang-senang, menghibur diri, dan selalu ingin lebih dulu menggunakan perangkat teknologi terbaru, maka mungkin Anda termasuk orang yang konsumtif.

Mengeluarkan uang bukanlah hal yang buruk, tetapi hal yang menjadi masalah adalah saat pengeluaran tersebut mengganggu gaya hidup dan kemampuan Anda memenuhi kebutuhan yang lain.

3. Tipe Investor

Investor adalah orang yang mengeluarkan uang dengan tujuan menghasilkan uang. Orang-orang dengan tipe investor lebih suka membeli saham, obligasi, properti yang akan disewakan, reksadana, atau bisnis.

Dengan cara seperti itu mereka bisa menghasilkan pendapatan di masa depan atas pembelian yang dilakukan saat ini.

Tipe investor adalah orang-orang yang masuk dalam kategori kaya dan mereka banyak memiliki sumber penghasilan pasif.
Ada orang yang memiliki jumlah penghasilan yang sama, tetapi salah satu pihak terlilit utang yang besar dan lainnya tidak. Pasti ada hal yang dilakukan oleh mereka yang tidak mudah tejebak dengan utang.

Pada kesempatan kali ini, kami akan mencoba menjelaskan tentang 8 karakteristik dan sifat-sifat yang dimiliki oleh semua orang yang bebas utang.

Simak pembahasannya di bawah ini.

8 Karakteristik yang Harus Dimiliki Agar Hidup Terbebas Dari Utang

1. Memiliki Tujuan

Terbebas dari utang tidak terjadi secara kebetulan, sebab dibutuhkan kombinasi tujuan dan kemauan yang kuat untuk melakukannya.

Jika Anda ingin terbebas dari utang, maka mulailah menetapkan tujuan dengan benar terkait dengan utang yang dimiliki.

2. Jangan Berfokus Membeli Barang yang Diinginkan

Anda tidak akan bisa terbebas dari utang, jika terus membeli barang yang diinginkan setiap saat.

Hal yang harus disadari adalah pasti akan selalu ada barang yang baru, lebih bagus, dan lebih besar dari barang yang sebelumnya dibeli.

Mulailah mencegah sikap konsumtif dan belilah barang yang Anda butuhkan saja.

3. Mampu Mengendalikan Diri

Pemasaran yang dilakukan oleh banyak produsen membuat Anda semakin tertarik untuk membeli berbagai barang baru, mulai dari membeli pakaian, ponsel, dan lain sebagainya.

Jika Anda tidak bisa mengendalikan diri, pola belanja akan menjadi berlebihan dan ini akan berpengaruh terhadap anggaran keuangan bulanan.

4. Sadar Dengan Diri Sendiri

Sebelum Anda membeli sebuah barang atau jasa pastikan mempertimbangkan kebutuhan, apakah barang tersebut bisa memudahkan kehidupan, atau adakah manfaat yang bisa dirasakan saat memilikinya.

5. Percaya Diri

Ada banyak cara untuk menunjukkan kekayaan dan kesuksesan kepada orang lain, Instagram adalah salah satu jenis media sosial yang biasanya digunakan orang.

Jika memiliki kepercayaan diri, Anda tidak perlu bersaing dengan orang lain. Anda harus nyaman dengan keadaan yang dimiliki saat ini dan hidup apa adanya.

Bersaing dengan orang lain dalam gaya hidup akan membuat Anda menderita dan merugikan keuangan sendiri.

6. Bersedia Mengorbankan Sesuatu

 tagihan-bengkak-banyak-stress-tagih-bon-bill-5 Tanda Gaji Bulanan Anda Ternyata Belum Cukup
Mengorbankan sesuatu bukan berarti Anda harus kehilangan sesuatu dan tidak nyaman dalam menjalani kehidupan.

Hal yang kami maksudkan adalah mengorbankan kebiasaan yang merugikan keuangan dan berdampak pada utang yang semakin bertambah.

Misalnya saja, tidak makan di luar dan lebih memiliki makan di rumah atau membeli mobil karena butuh bukan karena ingin terlihat kaya.

7. Sabar

Sikap sabar membuat Anda bisa menahan diri saat akan membeli barang yang tidak dibutuhkan.

Tanpa adanya sikap sabar, Anda akan lebih mudah menghabiskan uang untuk keinginan yang bisa ditunda.

Daripada membeli barang dengan cara berhutang, lebih baik membiasakan diri untuk berinvestasi saja.

Investasi yang dilakukan memungkinkan dana yang dimiliki bisa berkembang nilainya di masa depan.

Hanya saja banyak orang masih ragu berinvestasi karena takut dengan resiko yang bisa terjadi.

Jika Anda merasakan hal yang demikian, maka solusinya adalah berinvestasi di KoinWorks.

Investasi di KoinWorks memiliki fasilitas dana proteksi untuk para investor sampai dengan 100% tergantung tingkat resiko yang diambil.

Dengan demikian, Anda tidak perlu khawatir dengan resiko yang bisa saja terjadi saat berinvestasi.

8 .Konsisten

 Menghindari Inflasi Gaya Hidup - Benci Matematika? Lakukan 3 Langkah Penganggaran Sederhana Berikut Ini
Terbebas dari utang dikarenakan dedikasi dan konsistensi yang tidak tergoyahkan. Anda harus bisa menahan diri berhutang untuk hal-hal yang tidak diperlukan.

Lebih memilih untuk membeli barang yang dibutuhkan daripada yang diinginkan, dan sadar dengan kemampuan yang dimiliki.

Perjalanan terbebas dari utang adalah proses yang panjang dan harus dilakukan secara konsisten.

Tanpa adanya konsistensi Anda akan sulit terbebas dari utang. Dengan menerapkan 5 sifat yang ada di atas, maka bisa lebih mudah terbebas dari utang yang ada.
Sekarang ini sudah cukup banyak Marketplace yang memang di khususkan untuk desainer grafis, baik di Indonesia hingga sampai website Marketplace internasional dan ini cocok sebagai kerja sampingan desainer grafis.

Di mana  sistem yang biberlakukan seperti sebuah sayembara. Jadi, seseorang atau badan usaha yang mebutuhkan desain membuka sayembara untuk para desainer grafis membuat desain sesuai dengan deskripsi yang diberikan.

Kemudian para desainer grafis yang memang sudah tergabung dalam website tersebut berlomba-lomba membuat desain yang terbaik dan sesuai dengan keinginan klien. Desain yang terpilih pun akan dibayar sesuai dengan perjanjian awal.

Atau pun terdapat juga Marketplace yang memang khusus untuk mengunggah desain Anda.

Kemudian setiap orang yang sudah berlangganan di website tersebut dapat mengunduh desain Anda dan sang desainer pun akan mendapat imbal sesuai dengan perjanjian.

Namun, biasanya pertanyaan para desainer Marketplace adalah, ‘Bagaimana caranya untuk meningkatkan peluang penjualan di Marketplace?’.

Dengan begitu banyaknya desainer grafis seluruh dunia yang berada di Marketplace tersebut, kemungkinan untuk desain Anda terpilih dan dilihat memang tak begitu besar.

Jika Anda memang salah seorang yang tertarik atau bahkan sudah menjalani kerja sampingan desainer grafis di Marketplace, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk lebih meningkatkan peluang penjualan. Berikut ini adalah 5 tips sukses kerja sampingan desainer grafis di Marketplace.

5 Tips Sukses Kerja Sampingan Desainer Grafis di Marketplace


1Membuat Konsep dengan Matang


Cobalah menciptakan ciri khas disetiap desain Anda, hal ini bertujuan untuk menarik perhatian para klien atau pencari desain.

Bingung bagaimana cara untuk membentuk ciri khas disetiap desain Anda? Cobalah mulai menjelajahi website, carilah refrensi desain yang cocok untuk Anda.

Dan mulai eksplorasi terhadap desain Anda, temukan ciri khas yang memang sesuai dengan kemampuan. Ciri khas tersebut bisa berupa paduan warna, karakter, hingga tema disetiap desain Anda

Contohnya, Anda menyukai bunga dan warna yang cenderung cerah, dengan konsep paint brush. Maka, perkuatlah dan masukan unsur tersebut di setiap desain Anda.

Hingga pada akhirnya semua orang tahu bahwa desain dengan ciri khas tersebut adalah buatan Anda. Jika sudah begitu, akan banyak klien yang memang minat dan tertarik dengan desain Anda.

2. Gunakan Software Sesuai Kebutuhan Anda

Sekarang, begitu banyak perangkat lunak untuk desian yang bisa dipergunakan untuk membantu permudah pekerjaan desain Anda, ada yang memang geratis, ada pula yang berbayar.

Dan itu semua dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan Anda masing-masing.

Contohnya, untuk menghilangkan latar belakang, memberikan efek, memanipulasi foto Anda dapat menggunakan Adobe Photoshop, Affinity Photo atau Gimp.

Dan jika Anda ingin membuat file grafik vektor seperti ilustrasi, logo atau simbol, dapat menggunakan Adobe Illustrator, Affinity Designer atau Inkscape. Semua program tersebut berbasis vektor dan mendukung grafik vektor yang dapat diskalakan (SVG).

Aplikasi desain- Sukses Kerja Sampingan Desainer Grafis di Marketplace

Nah, Anda dapat membuat vektor desain Anda dalam waktu singkat dengan salah satu program di atas. Terlebih lagi, Anda dapat menggunakan filter efek untuk memperindah desain Anda.

3. Memberi Judul, Penjelasan, dan Memberi Tag

Segera setelah desain Anda dibuat dan diunggah ke Marketplace, pastikan Anda mempertimbangkan dengan baik mengenai nama atau judul, deskripsi desain, dan tag yang digunakan.

Tiga elemen ini adalah cara untuk mempermudah pelanggan menemukan desain Anda melalui Marketplace dan pencarian Google.

Pastikan Anda memberi nama, jelaskan, dan beri tag pada desain Anda dengan tepat agar mudah ditemukan.

Mengapa tag untuk desain Anda itu penting? Karena, itu sangat berpengaruh dalam pencarian Google.

Jika tag desain Anda sesuai dengan kata pencarian yang dimasukkan pelanggan, maka desain Anda akan muncul di halaman hasil pencarian. Itulah mengapa penting memilih kata tag atau kata kunci yang sesuai untuk menjelaskan desain Anda.

4. Bergabung dengan Komunitas 

Cobalah untuk memanfaatkan media sosial yang Anda punya seperti Facebook dan Instagram. Jadikan media sosial sebagai galeri dan tempat untuk mempromosikan hasil karya Anda.

Hal ini dapat mempermudah untuk mendapatkan klien dan karya Anda pun akan semakin dikenal oleh orang-orang.

Jangan lupa, berikan penjelasan bahwa jika ingin membeli karya Anda dapat melalui Marketplace dan sertakan linknya.

5. Proaktif dan Cekatan

Untuk meningkatkan kemampuan Anda dalam desain grafis cobalah terus eksplorasi dan mencari blog yang membahas mengenai tips, trik, tutorial.

Dan jangan lupa ikut serta dalam kontes desain juga mencari refrensi gaya desain yang selalu berubah setiap tahunnya.

Mengikuti lomba ataupun sayembara juga dapat menambah pengsailan Anda, karena hadiah yang ditawarkan juga cukup besar dan menguntungkan.

Hasil uang tersebut juga dapat Anda kumpulkan dan gunakan untuk upgrade segala kebutuhan untuk menunjang karier sebagai desainer grafis.

Karena dengan berkembangnya karier Anda sebagai desainer grafis semakin banyak juga tools yang dibutuhkan seperti leptop atau pc, pen tool, aplikasi desain berbayar dan lain-lain.

Ketika, semakin  banyak kebutuhan Anda semakin besar pula uang yang dibutuhkan. Cobalah untuk mengumpulkan uang hasil lomba atau penjualan desain Anda untuk di tabung.
Jika Anda ingin mencapai keamanan finansial, maka penting untuk memperhatikan kebiasaan keuangan dengan baik dan mengidentifikasi berbagai penyebab kebangkrutan.

Banyak orang sulit meraih kekayaan karena mereka tidak mengetahui kebiasaan yang perlu dilakukan agar keluar dan bangkit dalam hal finansial.

Untuk itulah pada kesempatan ini kami akan membahas tentang 6 alasan yang membuat Anda bangkrut dan sulit meraih kekayaan.

6 Faktor yang Bisa Membuat Anda Miskin Selamanya

1. Lebih Suka Terlihat Kaya Daripada Menjadi Kaya

Faktor pertama yang membuat tetap miskin adalah membelanjakan uang atau berhutang agar orang lain berpikir bahwa Anda kaya dan memiliki banyak uang.

Anda selalu memiliki keinginan untuk mengendarai mobil yang bagus dan tinggal di rumah mewah agar banyak orang berpikir Anda telah sukses.

Hal di atas adalah jebakan yang membuat semakin terpuruk dan Anda harus mulai berhenti menghabiskan uang hanya untuk terlihat kaya.

Menghilangkan kebiasaan ini akan membuat Anda menjadi kaya suatu hari nanti.

2. Anda Tidak Melacak Pengeluaran

Tidak peduli berapa banyak uang yang dihasilkan, Anda tetap membutuhkan anggaran keuangan. 

Anggaran bermanfaat agar Anda bisa dengan mudah mengawasi dan mengelola pengeluaran agar tidak lebih besar daripada penghasilan yang didapatkan.

3. Anda Tidak Segera Berinvestasi

Banyak orang berpikir bahwa investasi baru bisa dimulai saat memiliki banyak uang.

Padahal pendapat tersebut salah dan Anda bisa mulai berinvestasi meskipun penghasilan saat ini masih sangat rendah.

Semakin lama Anda menunggu untuk berinvestasi, maka akan semakin lama Anda membangun kekayaan dan mencapai kemandirian finansial.

4. Tidak Memiliki Rencana Untuk Maju dan Berkembang

Anda perlu membuat sebuah rencana yang diikuti dengan tindakan agar tujuan tersebut dapat tercapai.

Jika tidak memiliki rencana untuk memperbaiki situasi keuangan, maka Anda tidak akan pernah maju dan berkembang.

5. Anda Suka Berhutang

Salah satu contoh nyata dari orang yang suka berhutang adalah mereka berbelanja menggunakan kartu kredit.

Kartu kredit memiliki berbagai biaya yang akan dibebankan kepada Anda, mulai dari biaya tahunan sampai beban bunga.

Jika Anda telah terlanjur menggunakan kartu kredit, maka mulailah memutuskan untuk membayar menggunakan uang tunai.

Membeli menggunakan uang tunai akan membuat pengeluaran menjadi lebih terkendali dan tidak berlebihan.

6. Anda Mengalami Inflasi Gaya Hidup

Kenaikan penghasilan atau gaji seringkali turut menjadikan banyak orang meningkatkan gaya hidup mereka.

Gaji yang lebih besar akan mengubah pola pengeluaran mereka, seperti menyewa rumah yang lebih besar, mobil yang lebih bagus, liburan mewah, dan makanan yang lebih baik.

Jika pengeluaran sama meningkatnya dengan kenaikan penghasilan, maka Anda tetap miskin selamanya.

Hal ini dapat terjadi karena Anda tidak memiliki kelebihan dana yang bisa digunakan untuk menabung atau berinvestasi yang bisa mengembangkan nilai kekayaan.

Mencapai tujuan keuangan dan memiliki keinginan untuk keluar dari jerat kemiskinan dimulai dari pola pikir.

Pola pikir akan membuat Anda bertindak lebih bijaksana dan bisa menggunakan uang dengan lebih baik.

Kesimpulannya adalah jangan membiasakan diri untuk terlihat kaya, tidak melacak pengeluaran, selalu menunda investasi, tidak memiliki rencana untuk maju, suka berhutang, dan mengalami inflasi gaya hidup.

Kebiasaan keuangan yang lebih baik akan membawa Anda kepada pencapaian keuangan yang lebih baik di masa depan.
Meskipun sebagian besar orang mengetahui bahwa menabung untuk masa pensiun penting untuk dilakukan. Tetapi menyisihkan uang untuk masa depan menjadi sebuah tantangan tersendiri.


Namun, Anda tidak perlu khawatir dengan masalah di atas. Ada beberapa cara kreatif yang bisa dilakukan untuk meningkatkan jumlah tabungan pensiun saat ini juga.

Berikut ini beberapa cara yang bisa dipertimbangkan untuk dilakukan.

6 Cara Kreatif Untuk Meningkatkan Tabungan Pensiun Saat Ini Juga

1. Memanfaatkan Cash Back Kartu Kredit

Jika Anda menggunakan kartu kredit yang menawarkan cash back, maka uang tunai tersebut bisa dijadikan sumber tambahan untuk dana pensiun.

Hanya saja agar bisa mendapatkan manfaat ini, Anda perlu melunasi tagihan saldo kartu kredit tepat waktu setiap bulannya.

2. Melakukan Pekerjaan Paruh Waktu

Jika Anda memiliki waktu tambahan setiap harinya atau di akhir pekan, maka tidak ada salahnya untuk mendapatkan tambahan uang dengan bekerja sampingan di luar pekerjaan utama.

Manfaatkan keahlian yang dimiliki, misalnya menawarkan jasa pengembangan website, penulisan, desain, dan lain sebagainya.

Tambahan penghasilan ini bisa meningkatkan tabungan pensiun Anda dengan baik.

3. Menjual Barang yang Tidak Digunakan

Mulailah melihat semua barang elektronik, buku bekas, atau perabotan yang tidak pernah digunakan di dalam rumah.

Anda mungkin saja bisa menjual barang-barang bekas tersebut kepada orang lain agar bisa mendapatkan tambahan uang untuk dana pensiun.

Cara seperti ini jauh lebih baik daripada Anda menumpuk barang tersebut di dalam rumah saja.

Anda banyak situs website yang memungkinkan Anda menjual barang-barang bekas yang dimiliki.

4. Menyewakan Ruangan yang Tidak Terpakai

Jika Anda memiliki rumah yang luas dan ruangan yang tidak terpakai, maka pertimbangkan untuk menyewakan ruangan tersebut kepada orang lain.

Airbnb adalah situs yang memungkinkan pemilik ruangan bisa menyewakan kepada orang lain yang membutuhkan.

5. Menyewakan Kendaraan Anda

Jika memiliki kendaraan yang jarang digunakan, maka sebaiknya Anda menjadikan aset tersebut sebagai sumber penghasilan.

Terlebih lagi jika tinggal di sekitar tempat wisata akan ada banyak wisatawan yang bersedia menyewa mobil atau motor yang Anda miliki.

Saat ini biaya penyewaaan mobil di Indonesia berada di kisaran Rp 250.000 – Rp 350.000 per hari dan motor sekitar Rp 70.000 – Rp 80.000.

Jumlah tersebut sangat lumayan untuk menambahkan uang ke dalam dana pensiun.

6. Jual Pakaian Bekas

Masih ada orang yang bersedia membeli pakaian bekas layak pakai, apalagi jika Anda memiliki pakaian dengan merek ternama atau brand tertentu.

Jika malas untuk menjualnya secara langsung, maka gunakan situs jual beli online yang ada saat ini.

Pastikan Anda menawarkan pakaian tersebut dengan harga yang miring dan kualitas yang baik agar menarik banyak pembeli.

Dengan menerapkan beberapa langkah di atas, Anda telah melakukan cara untuk meningkatkan tabungan pensiun di masa depan kelak.

Hal lain yang penting untuk dipertimbangkan adalah jangan hanya menabung untuk mempersiapkan dana pensiun.
Jika Anda mencintai pekerjaan dan bekerja dengan penuh semangat, maka hal ini akan membantu memajukan karier dan membuat kehidupan menjadi lebih bahagia.

Hal yang menjadi masalah ketika Anda bekerja secara berlebihan dan tidak menyisihkan waktu untuk keluarga dan bersenang-senang.

Jangan bekerja secara berlebihan. Ini 4 alasan yang terjadi saat menjalankan pola kehidupan dan bekerja yang tidak seimbang.

Kerugian Bekerja Secara Berlebihan 

Saat Anda bekerja secara berlebihan alias nontstop, makanan sering kali menjadi hal yang akan dibeli untuk terus mengisi energi dan perasaan lelah saat bekerja.

Tanpa disadari Anda membeli makanan instan dan tidak sehat yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap kinerja.

Meningkatkan Biaya Medis

Terlalu banyak menghabiskan waktu di belakang meja, kemungkinan besar Anda memiliki kebiasaan yang tidak sehat, seperti kurang waktu tidur, terlalu banyak minum kopi, makan tidak teratur, dan tidak berolahraga.

Menjalankan kebiasaan yang tidak sehat akan berpengaruh terhadap masalah kesehatan yang kronis di masa depan.

Penyakit berbahaya seperti diabetes, penyakit jantung, dan obesitas akan menghantui Anda saat bekerja secara berlebihan.

Potensi Kehidupan Keluarga yang Hancur

Terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk bekerja membuat Anda memiliki sedikit waktu yang bisa dihabiskan bersama keluarga.

Bekerja secara berlebihan akan mempengaruhi hubungan Anda dan pasangan serta anak-anak.

Harus Mengeluarkan Uang untuk Membayar Orang yang Membantu Pekerjaan Rumah

Bukan hanya pekerjaan di kantor yang harus diurus dengan baik, pekerjaan di rumah juga perlu diperhatikan dengan baik.

Saat Anda bekerja secara berlebihan, berbagai pekerjaan seperti mencuci pakaian, membersihkan rumah, dan merawat anak-anak akan dialihkan kepada asisten rumah tangga.

Cara seperti ini tentu saja akan memberatkan keuangan rumah tangga, belum lagi jika Anda dan pasangan sama-sama sibuk bekerja.

Seimbang dalam Menjalankan Kehidupan

Segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan tidak akan memberikan hasil yang baik. Begitu juga dengan pekerjaan, Anda harus bisa menyisihkan waktu dengan seimbang.

Bagi waktu Anda untuk bekerja, istirahat, rekreasi, dan menghabiskan waktu dengan orang yang dicintai.

Jika Anda tetap menjalankan pola hidup yang tidak seimbang, maka resikonya adalah penyakit berbahaya, biaya rumah tangga yang membengkak, biaya medis yang tinggi, dan resiko terjadinya perceraian.

Daripada Anda menghabiskan waktu melakukan pekerjaan secara aktif, lebih baik mulai menyisihkan waktu untuk menemukan sumber penghasilan pasif.

Semakin banyak sumber penghasilan pasif, maka akan semakin banyak penghasilan yang akan didapatkan tanpa harus bekerja keras sepanjang waktu.

Misalnya saja, Anda membeli rumah untuk disewakan kepada orang lain, membeli mobil atau motor dan disewakan kepada orang lain, membeli saham dan mendapatkan dividen tahunan, dan lain sebagainya.
Rumah bukan seperti saat akan membeli barang yang lain, dimana pembelian bisa dilakukan saat itu juga. Diperlukan perencanaan sampai waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun sebelum siap melakukan pembelian.

Salah satu alasan terbesar mengapa pembelian tidak bisa dilakukan secara langsung adalah perlunya menabung uang muka.

Semakin besar uang muka yang tersedia, maka akan semakin baik pula.

Pada kesempatan ini, kami akan menjelaskan kepada Anda tentang 5 cara yang bisa dilakukan untuk mengumpulkan dan menyimpan uang agar bisa membayar DP rumah.

5 Cara Mengumpulkan Uang Untuk Membayar DP Rumah

1. Menyisihkan Uang Dari Gaji

Anda bisa mengalokasikan sebagian dari gaji bersih yang didapatkan ke rekening tabungan khusus pembayaran uang muka rumah.

Misalnya saja, saat ini mendapatkan gaji per bulan sebesar Rp 4 Juta, maka uang sekitar Rp 2 Juta bisa disisihkan sebagai tabungan untuk uang muka.

2. Menghilangkan Tagihan yang Tidak Diperlukan


Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan jumlah uang yang disimpan di dalam tabungan adalah dengan menghilangkan tagihan yang tidak diperlukan.

Misalnya dengan menghilangkan tagihan TV kabel, tidak terlalu sering makan di luar, tidak menggunakan membership gym, atau membuat pemotongan atas tagihan belanja bulanan.

Jumlah yang dihemat tersebut bisa Anda masukkan ke dalam tabungan yang direncanakan untuk uang muka rumah.

3. Menyimpan Bonus Atau Uang Tambahan

Setiap kali mendapatkan rezeki tambahan, baik itu bonus dari perusahaan, THR, bonus tahunan, atau yang lainnya.

Segera menempatkan sebagian dana tersebut ke dalam rekening tabungan. Cara seperti ini akan memudahkan Anda untuk mengumpulkan uang muka rumah.

4. Menjual Apa Saja yang Tidak Digunakan

Selanjutnya Anda perlu menjual sesuatu yang dimiliki saat ini yang tidak lagi diperlukan agar bisa menambah jumlah tabungan.

Apakah itu menjual pakaian bekas, peralatan elektronik bekas, atau barang berharga yang lainnya.

5. Jangan Hanya Menabung, Anda Perlu Berinvestasi!

Menabung tidak akan membuat uang yang disimpan bertambah nilainya, oleh karena itu Anda perlu berinvestasi.

Dengan berinvestasi dana yang Anda miliki berpotensi untuk berkembang nilainya di masa depan.

Dalam kaitannya dengan mengumpulkan uang muka rumah, maka Anda harus memilih produk investasi yang aman dan terpercaya.

Jangan sampai dana yang telah dikumpulkan habis tak tersisa karena salah dalam memutuskan produk investasi.

Imbal hasil yang jauh lebih menguntungkan daripada hanya menabung di bank saja.

Dengan mempersiapkan uang muka yang lebih besar, maka hal tersebut akan sangat membantu Anda untuk mendapatkan bunga yang lebih baik.

Tidak hanya itu saja, semakin besar uang muka artinya semakin sedikit pinjaman untuk KPR. Jumlah cicilah per bulan yang akan didapatkan juga akan semakin rendah.

Oleh karena itu, jika Anda sudah merencanakan untuk membeli rumah saat ini. 5 cara di atas bisa diterapkan agar uang muka bisa dengan mudah terkumpul.

Mulai dengan menyisihkan sebagian gaji, mengurangi tagihan yang tidak diperlukan, menjual barang yang tidak digunakan, dan berinvestasi agar dana yang disimpan bisa berkembang dengan optimal.

Semoga bermanfaat ya!
Tanah dan rumah termasuk aset yang terbatas dan permintaannya akan terus ada selama manusia masih ada. Masalah terjadi saat Anda harus memutuskan apakah akan membeli rumah atau tanah sebagai investasi untuk masa depan.

Tidak perlu khawatir dengan masalah di atas, sebab kami akan membantu Anda menentukan pilihan terbaik untuk dibeli.

Berinvestasi Pada Tanah, 4 Manfaat yang Akan Dirasakan

1.Anda Bisa Membangun Apa Saja di Atas Tanah

Saat Anda telah membeli sebuah tanah kosong di suatu tempat, maka lokasi tersebut suatu saat bisa dibangun apa saja yang diinginkan.

Apakah nantinya akan dibangun rumah, ruko, gudang, gedung perkantoran, dan lain sebagainya.

2.Biaya Perawatan yang Mudah dan Investasi Jangka Panjang

Memiliki sebuah tanah tidak mengharuskan Anda untuk membayar tagihan listrik dan juga pajak properti yang jauh lebih murah.

Tanah juga termasuk investasi jangka panjang yang harganya akan terus meningkat meskipun Anda tidak membangun properti di atasnya.

3.Aset Fisik yang Bisa Dilihat

Tanah termasuk aset jangka panjang yang tidak akan terdepresiasi, tidak akan bisa rusak, dan tidak akan bisa dicuri oleh orang lain.

4.Potensi Pertumbuhan Nilai

Seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya bahwa tanah adalah sumber daya yang sangat berharga dengan jumlah yang sangat terbatas.

Saat Anda membeli tanah di lokasi yang sedang tumbuh, maka harga jual tanah tesebut akan meningkat di masa depan.

Selain 4 hal di atas, Anda juga harus lebih cermat sebelum membeli sebuah tanah.

Pastikan Anda membeli tanah yang memiliki surat-surat kepemilikan, apakah lokasi tersebut strategis, dan mempertimbangkan potensi pertumbuhannya.

Bagaimana Dengan Investasi Rumah?

Manfaat utama yang akan didapatkan saat memiliki rumah adalah kemampuannya untuk menghasilkan pendapatan pasif yang berkelanjutan dan bisa menjadi investasi jangka panjang yang sangat baik.

Hanya saja kepemilikan sebuah rumah mengharuskan Anda untuk mempertimbangkan biaya pemeliharaan, biaya pajak properti, dan biaya perbaikan yang suatu saat diperlukan.

Terlepas dari berbagai manfaat dan kelebihan dari kedua jenis investasi di atas, harga tanah dan rumah cukup mahal untuk dibeli dan tidak semua orang bisa membelinya secara tunai.

Bahkan harga tanah di lokasi strategi dan rumah di kota besar sangat mahal dan tidak terjangkau.
Jika Anda memiliki tabungan yang cukup untuk keadaan darurat, memiliki investasi, dan memiliki anggaran, maka ini adalah beberapa tanda yang menunjukkan bahwa Anda mampu mengelola keuangan dengan baik.

Selain itu, ada 7 tanda lain yang memperlihatkan bahwa Anda bukanlah seorang pemula dalam mengelola anggaran keuangan.

7 Tanda Bahwa Anda Bukan Pemula Dalam Mengelola Keuangan

1. Anda Hampir Tidak Memiliki Hutang

Sebagian besar dari kita biasanya memiliki hutang untuk berbagai keperluan tertentu, misalnya saja untuk mencicil kendaraan atau peralatan elektronik.

Hanya saja hutang yang berlebihan berarti keuangan Anda sedang dalam masalah.

Jika bisa menunggu dan membeli sesuatu secara tunai adalah lebih baik daripada Anda harus membayar sesuatu dengan cara mencicil ditambah dengan beban bunganya.

Hampir semua hutang yang diambil memiliki bunga dan ini harus Anda perhatikan dengan baik.

2. Memiliki Simpanan Otomatis Setiap Bulan

Dengan mengotomatisasi pembayaran ke rekening tabungan, rekening pensiun, dan dana darurat, maka Anda telah memprioritaskan masa depan.

Jangan menabung dari sisa penghasilan di akhir bulan, Anda harus menabung di awal saat pertama kali menerima gaji.

Meskipun sulit untuk melakukannya di awal, membiasakan hal ini akan sangat membantu Anda mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

3. Anda Tidak Hidup Dari Gaji ke Gaji Saja


Upah atau gaji sangat sulit mengalami kenaikan, di sisi yang lain biaya hidup semakin meningkat dibandingkan dengan penghasilan.

Banyak orang hidup mengandalkan gaji semata karena mereka tidak bisa membuat anggaran, banyak berhutang, dan tidak disiplin menjalankan anggaran.

Solusinya adalah jangan hidup di atas kemampuan dan jangan pernah bersaing dengan orang lain yang memiliki penghasilan yang lebih besar dari Anda.

Prioritaskan pembelian sesuai dengan kemampuan Anda  dan jangan berlebihan.

4. Anda Memiliki Dana Darurat

Dana darurat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang mendesak, seperti kehilangan pekerjaan, perawatan medis, atau perbaikan rumah.

Idealnya, Anda harus memiliki sekitar 6 bulan biaya hidup sehari-hari sebagai dana darurat.

5. Anda Membayar Semua Tagihan Tepat Waktu

Biaya sewa rumah, cicilan kendaraan, biaya listrik, telpon, dan air adalah beberapa contoh tagihan wajib yang harus dibayarkan setiap bulan.

Jika telat dalam membayar tagihan, denda keterlambatan biasanya akan didapatkan.

Saat Anda pertama kali menerima penghasilan, maka mulailah menyisihkan sebagian penghasilan tersebut untuk membayar tagihan.

Jangan sampai Anda membiasakan diri telat dalam membayar tagihan.

6. Anda Tidak Melakukan Pembelian Impulsif

Pembelian impulsif atau pembelian yang dilakukan secara berlebihan adalah kebiasaan buruk yang akan merusak kondisi keuangan Anda.

Jangan melakukan pembelian di atas kemampuan Anda dan berpikir berulang kali saat akan membeli barang atau jasa.

7. Memiliki Anggaran Bulanan dan Menaatinya


Anggaran bulanan adalah kunci dari stabilitas keuangan. Anggaran keuangan akan memberi tahu berapa jumlah penghasilan, berapa yang harus dikeluarkan, dan berapa yang harus disimpan.

Memiliki anggaran keuangan juga sangat membantu Anda dalam mencapai tujuan keuangan di masa depan.

Jika memiliki 7 tanda di atas, itu artinya Anda bukan lagi pemula dalam hal mengelola keuangan.

Ini adalah langkah yang bagus untuk Anda dan teruslah mempertahankan cara pengelolaan keuangan dengan baik.

Namun, jika belum menjalankan 7 tanda di atas, ini belum terlambat. Anda bisa mulai menerapkan salah satu tanda di atas secara perlahan agar bisa mengelola keuangan dengan baik.
Hidup dari gaji ke gaji akan meningkatkan stres dan mengurangi kesejahteraan emosional Anda. Tidak hanya itu saja, penghasilan yang terbatas juga sangat mempengaruhi kesejahteraan finansial di masa depan.

Berikut ini 5 tanda yang menunjukkan bahwa Anda tidak menghasilkan uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dan diperlukan beberapa perubahan agar kesejahteraan finansial dapat terwujud di masa depan.

5 Tanda Bahwa Pekerjan Anda Tidak Menghasilkan Uang yang Cukup

1. Memiliki Tagihan yang Besar

Jika penghasilan yang didapatkan saat ini tidak cukup untuk membayar tagihan setiap bulan, itu artinya Anda perlu menghasilkan lebih banyak dari sebelumnya.

Mengabaikan kewajiban finansial akan membuat masalah semakin buruk di masa depan karena semakin banyak beban keuangan yang harus dibayarkan.

2. Anggaran yang Dibuat Tidak Berhasil

Cara terbaik untuk mendapatkan lebih banyak uang yang tersisa dari gaji adalah membelanjakan uang lebih sedikit.

Jika anggaran keuangan telah dibuat dan cara penghematan telah dilakukan, tetapi kebutuhan masih belum terpenuhi dengan baik.

Itu artinya Anda harus menemukan cara lain agar bisa menghasilkan lebih banyak.

3. Tidak Memiliki Tabungan

Tabungan yang dimiliki sangat bermanfaat untuk menutupi biaya yang tidak terduga.

Jika tidak memiliki tabungan, maka suatu saat Anda bisa terjebak pada hutang untuk menutupi keadaan darurat yang mungkin saja terjadi di masa depan.

Mengandalkan Kartu Kredit Untuk Memenuhi Kebutuhan

Jika Anda terlalu mengandalkan kartu kredit untuk memenuhi kebutuhan dan hanya melakukan pembayaran minimun setiap bulan.

Itu artinya Anda telah menumpuk hutang berkepanjangan yang sangat memberatkan.

Kartu kredit bukan tambahan penghasilan. Anda tetap berkewajiban untuk membayar semua tagihan yang dibebankan ditambah dengan beban bunga yang timbul.

4. Gaji Anda Langsung Habis Dalam Waktu Singkat

Penghasilan yang ideal adalah saat Anda memiliki sisa uang untuk ditabung dan diinvestasikan.

Jika Anda melihat gaji yang didapatkan mudah habis dalam waktu singkat, penyebabnya bisa karena pengeluaran yang berlebihan atau Anda tidak memiliki gaji yang cukup.

5. Apa Solusi yang Perlu Dilakukan?

Tidak perlu khawatir dengan masalah di atas, Anda masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki kondisi keuangan.

Jika Anda belum membuat anggaran keuangan, maka mulailah dari sekarang untuk membuatnya.

Anda juga bisa mengambil langkah-langkah penghematan seperti mengurangi pengeluaran, mencari alternatif transportasi, dan membelanjakan uang lebih sedikit.

Jika cara di atas tetap tidak berhasil, maka Anda bisa mulai mempertimbangkan untuk mengganti pekerjaan atau bisa juga bekerja di akhir pekan agar bisa mendapatkan lebih banyak uang.

Jangan lupa untuk selalu menyisihkan sebagian penghasilan untuk berinvestasi. Investasi perlu dilakukan agar semua kebutuhan di masa depan dapat terpenuhi dengan baik.
Waktu yang dimiliki sangatlah terbatas, jadi Anda tidak bisa menggantungkan hidup hanya dari gaji dan bekerja dari pukul 9 pagi sampai 5 sore saja.

Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan penghasilan dan tidak perlu aktif bekerja untuk mendapatkannya adalah dengan membangun sumber penghasilan pasif.

Sumber penghasilan pasif inilah yang menjadi mesin uang dan akan terus menghasilkan meskipun saat sedang tidur.

Berikut ini 6 cara yang bisa dilakukan untuk mengembangkan sumber penghasilan pasif.

6 Cara Mudah Menghasilkan Banyak Uang Meskipun Saat Anda Sedang Tidur

1Menjual Produk Secara Online

 Persiapan dan Strategi Meningkatkan Penjualan Bisnis Online Menjelang Ramadhan dan Lebaran
Saat ini sangat mudah untuk membuat toko online sendiri dan menjual produk ke banyak orang.

Hal yang paling penting adalah Anda tidak harus selalu hadir memperhatikan barang dagangan setiap saat.

Anda hanya perlu melihat beberapa saat saja untuk menerima pesanan dan mengirimkannya kepada pembeli.

2. Membuat Konten Secara Online

Sangat memungkinkan untuk menghasilkan banyak uang hanya dengan blog atau memproduksi video di Youtube.

Terlebih lagi jika Anda memiliki sesuatu yang penting dan bermanfaat atau menghibur untuk dibagikan kepada orang lain

Meskipun cara yang satu ini tidak murni penghasilan pasif, tetapi penghasilan akan terus mengalir selama ada pengunjung yang datang dan melihat konten yang Anda buat.

3. Menyewakan Properti

Jika Anda memiliki ruangan yang tidak terpakai atau rumah yang tidak ditempati, maka silahkan mencoba untuk menyewakan properti tersebut kepada orang lain.

Menyewakan properti kepada orang lain memungkinkan Anda bisa menghasilkan banyak sumber penghasilan tanpa harus bekerja secara aktif.

4. Berinvestasi di Peer to Peer Lending

Berinvestasi di peer to peer lending memungkinkan Anda bisa memberikan pinjaman kepada orang lain.

Selanjutnya Anda akan mendapatkan penghasilan pasif berupa bunga yang dibayarkan pihak peminjam secara berkala.

Jadi Anda tidak perlu lagi merasa khawatir saat investasi tidak berjalan sesuai dengan harapan.

5. Berinvestasi di Pasar Saham

Tidak ada investasi yang bisa memberikan keuntungan dalam waktu sekejap mata.

Sebagian besar investasi yang bisa memberikan profit tinggi biasanya investasi dalam jangka panjang yaitu di atas 10 tahun.

Jika Anda termasuk investor yang memiliki profil resiko agresif, maka berinvestasi di pasar saham bisa menjadi pilihan tepat.

6. Tidur dan Beristirahat

Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa tidur secara tidak langsung bisa membantu Anda secara finansial.

Tidur yang cukup dan berkualitas akan membuat Anda lebih waspada dan produktif untuk bekerja.

Sebaliknya, waktu tidur yang kurang seringkali menjadi penyebab berbagai penyakit seperti jantung dan obesitas.

Kualitas tidur akan sangat menentukan kualitas kesehatan Anda di masa depan.

Tidak hanya itu saja, cukup tidur akan membantu Anda tetap berpikir tajam secara mental dan itu artinya Anda memiliki waktu produktif untuk bekerja dan mendapatkan uang.

Itulah 6 cara yang jarang disadari orang, tetapi bisa membantu mendapatkan sumber penghasilan pasif tanpa harus aktif bekerja keras.
Banyak orang yang telah mendapatkan kenaikan gaji berulang kali, tetapi tetap merasa kurang dengan pencapaian yang telah didapatkan.

Padahal situasi keuangan telah membaik, lalu apa yang membuat banyak orang tetap merasa kurang.

Ternyata bukan gaji yang menjadi permasalahannya, tetapi kebiasaan Anda membelanjakan uanga dan mengelola gaji tersebut.

Agar Anda bisa mengelola peningkatan gaji dengan lebih baik. Berikut ini 6 hal yang seharusnya dilakukan setelah mendapatkan peningkatan gaji.

6 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Mendapatkan Peningkatan Gaji

1Tidak Perlu Memberi Tahu Rekan Kerja Anda


Banyak ahli di bidang karir menyarankan Anda untuk tidak membagi informasi gaji dengan rekan kerja.

Membagikan informasi gaji kepada rekan kerja berpotensi menimbulkan kecemburuan antara Anda dan teman.

2. Jangan Menghancurkan Anggaran Keuangan Anda

Saat seseorang mendapatkan kenaikan gaji, mungkin Anda akan tergoda untuk mulai memanjakan diri.

Namun sebelum Anda melakukan hal tersebut, sebaiknya pertimbangkan lagi pengeluaran yang akan dilakukan.

Jangan sampai pengeluaran yang Anda lakukan melebihi jumlah penghasilan yang didapatkan selama satu bulan.

3. Fokus Membayar Tagihan yang Dimiliki


Selanjutnya Anda perlu memanfaatkan kenaikan gaji untuk membayar tagihan dan utang yang selama ini dimiliki.

Semakin cepat Anda melunasi utang, maka akan semakin mudah Anda untuk mencapai berbagai tujuan keuangan yang lain.

4. Jangan Lupa Dengan Dana Darurat

Tidak semua orang yang berpenghasilan memiliki tabungan darurat yang bisa bermanfaat saat keadaan mendesak terjadi.

Saat Anda mendapatkan kenaikan gaji, maka inilah saat yang tepat untuk mulai mengumpulkan dana darurat.

Jumlah ideal yang harus dimiliki sebagai dana darurat adalah sekitar 6 bulan biaya hidup.

5. Tambahkan Investasi dan Tabungan

Saat mendapatkan kenaikan gaji, itu artinya Anda memiliki akses ke lebih banyak sumber dana.

Itu artinya Anda memiliki peluang untuk menabung dan berinvestasi ke tempat yang lebih baik.

Jika selama ini Anda hanya menabung di rekening bank saja, maka mulai dari sekarang masukkan uang ke dalam investasi yang menguntungkan.

Imbal hasil tersebut jauh lebih dari daripada Anda menabung di rekening bank atau deposito saja.

Hasil investasi tersebut nantinya bisa digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan di masa depan, misalnya untuk dana pendidikan, dana liburan, dana membeli rumah, dan lain sebagainya.

6. Jangan Lupa Bersenang-senang

Peningkatan gaji yang didapatkan dikarenakan usaha dan kerja keras yang dilakukan selama ini.

Jadi tidak ada salahnya untuk bersenang-senang sebagai ungkapan syukur. Luangkan waktu untuk merayakan pencapaian dan memanjakan diri Anda.

Ajak keluarga dan teman-teman Anda untuk makan bersama di rumah.

Itulah 6 hal yang perlu Anda lakukan saat mendapatkan kenaikan gaji dari perusahaan.

Kesimpulannya adalah jangan sampai kenaikan penghasilan membuat Anda meningkatkan gaya hidup.

Jika hal ini terus dilakukan, maka Anda tidak akan bisa mengumpulkan kekayaan di masa depan dan akhirnya hanya bergantung dari gaji saja.

Peningkatan gaji seharusnya membuat Anda lebih meningkatkan tabungan dan investasi, memprioritaskan utang, menambah dana darurat, dan tidak belanja secara berlabihan.

Pengelolaan gaji yang salah saat ini akan menentukan masa depan keuangan Anda di masa depan.
Inflasi gaya hidup adalah istilah yang menunjukkan naiknya pengeluaran dan gaya hidup karena faktor naiknya penghasilan bulanan.

Hal yang menjadi masalah adalah inflasi gaya hidup bisa membuat pengeluaran bulanan lebih besar daripada uang yang bisa dihasilkan setiap bulan.

Oleh karena itu, Anda perlu mengidentifikasikan kebiasaan buruk ini dan mencari tahu apakah 6 tanda inflasi gaya hidup di bawah ini telah dialami.

6 Tanda yang Menunjukkan Bahwa Anda Mengalami Inflasi Gaya Hidup

1, Memiliki Utang Kartu Kredit yang Berlebihan

Tidak membayar semua tagihan tepat waktu adalah salah satu indikasi yang menunjukkan bahwa Anda menggunakan manfaat kartu kredit secara berlebihan.

Utang atau tagihan yang tidak dibayarkan tepat waktu akan menambah beban bunga yang pada akhirnya bisa memberatkan keuangan Anda.

2. Hidup Mengandalkan Gaji Bulanan Saja

Banyak orang yang mengandalkan hidup dari gaji ke gaji dan membuat mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan yang lain.

Solusi untuk masalah ini adalah mengurangi jumlah pengeluaran dan memutuskan mana saja pengeluaran yang menjadi prioritas.

Misalnya saja, Anda memiliki sewa rumah yang memiliki biaya lebih rendah, membeli mobil yang lebih murah, dan lain sebagainya.

3. Teman yang Memiliki Gaji yang Sama Menghabiskan Lebih Sedikit Uang

Anda pasti pernah melihat orang dengan tingkat ekonomi yang sama, namun menjalani kehidupan yang terlihat sangat berbeda.

Hal yang pasti menjadi perbedaan antara orang tersebut adalah gaya hidup dan pengeluaran mereka.

Mungkin Anda memiliki gaya hidup yang berada di luar batas kemampuan dan di sisi yang lain, rekan kerja Anda lebih berfokus untuk mempersiapkan masa depan dan tidak suka berfoya-foya.

4. Melakukan Pembelian Secara Impulsif

Hampir bisa dipastikan bahwa semua orang suka mendapatkan barang yang baru. Namun, jika keinginan membeli barang membuat Anda memiliki kebiasaan belanja yang impulsif, maka inilah yang berbahaya.

Banyak ahli keuangan yang menyarankan untuk memberikan jeda selama 2 hari sebelum Anda membeli barang.

Jeda selama 2 hari tersebut bermanfaat untuk menimbang apakah pembelian perlu dilakukan atau tidak.

Cara seperti ini sangat bermanfaat untuk mencegah sikap boros dan suka melakukan pembelian secara impulsif.

5. Tidak Suka Mencari Penawaran

Banyak orang yang membelanjakan uang jauh lebih banyak daripada yang seharusnya mereka keluarkan.

Padahal dengan mencari penawaran terbaik, Anda bisa mendapatkan berbagai barang dan jasa dengan harga yang jauh lebih murah.

Bahkan tidak ada salahnya untuk menggunakan diskon tertentu agar barang yang dibeli lebih hemat.

6. Tidak Suka Menghemat Uang

Salah satu tanda terakhir yang menunjukkan dengan jelas bahwa Anda mengalami inflasi gaya hidup adalah tidak suka berhemat dan menabung.

Jangan hanya memikirkan hari ini saja, Anda juga harus mempertimbangkan keadaan yang bisa saja terjadi di masa depan.

Menabung sangat bermanfaat untuk memenuhi keadaan darurat yang bisa saja terjadi suatu saat.

Misalnya Anda membutuhkan biaya untuk perawatan medis yang mendesak, membutuhkan dana saat Anda mendapatkan PHK dari perusahaan, dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu saja, Anda juga perlu melakukan investasi agar uang yang dimiliki saat ini bisa berkembang nilainya di masa depan.

Jangan pernah berpikir bahwa investasi hanya untuk orang kaya saja, sebab investasi bisa dilakukan dengan dana yang sangat minim.

Dengan dana yang terbatas potensi imbal hasil yang bisa didapatkan mencapai lebih dari 21,32% per tahun.

Jika Anda memiliki salah satu tanda dari 6 tanda di atas, itu artinya Anda perlu mengendalikan diri dan lebih bijak dalam mengelola keuangan.

Semoga bermanfaat!
Memiliki penghasilan rendah seringkali membuat banyak orang terjebak pada utang yang semakin memberatkan kehidupan. Dibutuhkan usaha kuat agar terbebas dari utang, apalagi saat Anda tidak menghasilkan banyak uang.

Berikut ini beberapa cara efektif yang bisa dilakukan untuk menghindari utang, saat Anda memiliki penghasilan rendah.

4 Langkah Efektif Menghindari Utang Meskipun Berpenghasilan Rendah

1. Menjaga Pengeluaran Tetap Pada Batas Minimal

Sebagai karyawan yang berpenghasilan rendah, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menemukan uang tambahan setiap bulan adalah mengurangi pengeluaran.

Anda bisa menghemat pengeluaran dengan cara makan di rumah, memilih liburan yang lebih hemat, dan mengurangi beberapa layanan bulanan.

Tidak hanya itu saja, Anda juga tidak perlu mengikuti kebiasaan belanja orang lain atau teman.

Selalu mengikuti pola konsumsi orang lain akan menimbulkan inflasi gaya hidup yang akan berpengaruh terhadap kondisi keuangan Anda.

Hasil investasi tersebut selanjutnya bisa digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan di masa depan, misalnya untuk membeli mobil, biaya renovasi rumah, dana pendidikan, atau dana liburan bersama keluarga.

Dengan berinvestasi, Anda tidak perlu berhutang untuk memenuhi berbagai kebutuhan di masa mendatang.

3. Teliti Sebelum Melakukan Pembelian Besar

Kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang kaya adalah kemampuan mereka untuk menunda kepuasaan saat ini dan lebih berpikir ke masa depan.

Pembelian besar yang menguras tabungan atau anggaran perlu dipertimbangkan dengan baik.

Jangan sampai daya beli Anda tidak memenuhinya, sehingga berhutang dan melakukan pembayaran dengan cara mencicil

Tidak ada yang salah dengan melakukan pembelian dengan cara mencicil, tetapi jika Anda melakukannya untuk membeli barang konsumtif akan sangat merugikan.

Solusi untuk masalah di atas adalah membuat peraturan untuk berdiskusi dengan pasangan atau menunggu setidaknya 24 jam sebelum Anda memutuskan untuk membeli.

Cara seperti ini membuat Anda bisa berpikir jernih dan membuat keputusan keuangan dengan lebih baik.

4. Prioritaskan Uang Tunai Daripada Kredit

Salah satu perangkap yang membuat orang terjebak pada utang adalah kemudahan mendapatkan kartu kredit.

Kartu kredit yang dimiliki berpotensi meningkatkan kemungkinan Anda menghabiskan lebih banyak uang saat berbelanja daripada saat menggunakan uang tunai.

Kami tidak mengatakan bahwa kartu kredit itu buruk.

Saat Anda mampu menggunakan kartu kredit dengan bertanggung jawab, hal ini akan membangun skor kredit menjadi lebih baik dan berpotensi mendapatkan poin imbalan atau cash back yang menarik.

Namun, jika Anda tidak bisa mengendalikan diri saat menggunakan kartu kredit, maka membayar dengan cara tunai jauh lebih baik.

Menerapkan 4 langkah yang telah disampaikan di atas akan sangat membantu untuk menghindari diri dari utang yang menjerat.

Secara garis besar, Anda perlu menjaga pengeluaran pada batas minimal, prioritaskan berinvestasi untuk memenuhi kebutuhan di masa depan.

Teliti sebelum melakukan pembelian besar, dan membayar dengan uang tunai daripada kartu kredit.

Kami berharap pembahasan tersebut bisa memberikan manfaat dan inspirasi untuk Anda yang ingin terbebas dari jeratan utang, meskipun memiliki penghasilan yang minim.
Mengajukan pertanyaan penting sebelum membayar utang bisa memberikan wawasan dan motivasi untuk membantu Anda melunasi utang. Memiliki komitmen untuk memperbaiki situasi keuangan juga penting saat akan membayar utang.


Berikut ini 5 pertanyaan yang perlu diajukan saat Anda akan melunasi utangyang dimiliki.

5 Pertanyaan Penting Sebelum Anda Membayar Utang

1. Mengapa Saya Membayar Utang?

Harus ada alasan yang kuat mengapa Anda membayar utang.

Jadi, mulailah meluangkan waktu untuk mengetahui apa saja manfaat yang akan didapatkan saat Anda mampu melunasi utang tersebut.

Tidak ada alasan yang benar atau salah disini, tetapi pastikan alasan tersebut memiliki makna.

Alasan untuk membayar utang tersebut harus memberikan motivasi kepada Anda untuk berkomitmen melakukannya.

2. Berapa Jumlah yang Bisa Anda Bayar?

Selanjutnya, Anda harus memikirkan langkah realistis untuk membayar utang.

Pertimbangkan berapa banyak uang yang bisa dibayarkan setiap bulannya dan apakah Anda bisa melunasi utang tersebut dengan cepat.

Jika Anda tidak mengetahui angkanya, maka buatlah anggaran untuk mengetahui berapa jumlah pengeluaran setiap bulan termasuk utang.

3. Apa Rencana Keluar yang Akan Dilakukan?

Anda tidak akan bisa melunasi utang dengan cepat tanpa adanya rencana yang jelas. Strategi yang dilakukan tidak harus hebat, tetapi memiliki garis besar yang akan diikuti.

Ajukan pertanyaan tentang bagaimana Anda membayar utang, apakah ingin melunasi dari utang yang kecil ke besar, membayar dari suku bunga yang tinggi ke rendah, atau yang lain sebagainya.

Pilihlah rencana yang sesuai dengan kondisi saat ini dan bisa dilakukan secara efektif. Hal yang tidak kalah penting adalah mulailah mengevaluasi rencana Anda dari waktu ke waktu.

4. Apakah Anda Memiliki Komitmen?

Ada banyak hal yang bisa memotivasi Anda untuk berkomitmen membayar utang. Jadikan pembayaran utang sebagai tujuan utama yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

Tanpa adanya komitmen, Anda tidak akan bisa berupaya keras untuk melunasi utang yang ada.

5. Siapa Orang yang Bisa Mendukung Anda?

Dukungan yang kami maksud disini adalah dukungan secara mental. Temukan mitra yang bisa memberikan dorongan kepada Anda untuk melunasi utang yang dimiliki.

Jangan mengelilingi diri Anda dengan teman atau anggota keluarga yang mungkin berpengaruh buruk terhadap keputusan keuangan.

Hindari teman yang suka berfoya-foya menghabiskan banyak uang.

Anda harus fokus mengelilingi diri dengan orang-orang yang mendukung agar bisa terbebas dari utang dan mencapai kebebasan finansial.

6. Apakah Langkah Selanjutnya?

Jika semua tahapan di atas sudah dilakukan, maka Anda telah berada pada jalur yang benar untuk keluar dari jeratan utang yang menumpuk.

Sekarang saatnya untuk mengevaluasi setiap keputusan keuangan lebih bijak.

Jangan mengambil utanguntuk tujuan konsumtif saja, lebih baik Anda berhutang untuk tujuan yang produktif, misalnya membangun bisnis dan lain sebagainya.

Daripada Anda memenuhi keinginan dengan cara berhutang lebih baik berinvestasi.
Banyak orang menjadikan kesibukan sebagai alasan untuk tidak mengatur dan mengevaluasi pengeluaran mereka.

Jika Anda termasuk orang seperti ini, maka mengatur keuangan di waktu luang adalah pilihan yang tepat untuk dilakukan.

Anda bisa menyisihkan waktu di malam hari setelah bekerja atau di akhir pekan untuk mengatur dan melakukan perbaikan keuangan yang diperlukan.

Berikut ini 5 daftar perbaikan keuangan yang bisa Anda lakukan di waktu luang.

1. Mengunduh Aplikasi Keuangan yang Bermanfaat

Ada banyak sekali aplikasi ponsel pintar yang membantu Anda menghemat dan menghasilkan uang.

Waktu luang adalah momen yang tepat untuk mengunduh beberapa aplikasi yang bermanfaat untuk Anda.

Anda bisa mengunduh aplikasi untuk menjual barang yang tidak lagi terpakai, aplikasi yang menawarkan cashback pembelian, atau aplikasi Airbnb yang memungkinkan Anda menyewakan ruang atau properti kepada orang lain.

2. Mengevaluasi Tagihan Berulang dan Melakukan Penyesuaian

Jika selama ini Anda melakukan pembayaran secara manual untuk tagihan rutin, maka mulailah mengubah pembayaran tersebut secara otomatis untuk memastikan Anda tidak pernah terlambat dalam pembayaran.

Jangan lupa untuk meninjau biaya yang dikeluarkan selama ini dan memastikan apakah tagihan tersebut masih dibutuhkan atau tidak.

Jika ingin melakukan penghematan, maka Anda bisa mengurangi beberapa tagihan yang tidak terlalu diperlukan.

3. Membuat Daftar Hutang yang Mudah Dilihat

Salah satu masalah terbesar yang dilakukan banyak orang adalah mereka tidak mengelola hutang dengan baik.

Sehingga tidak mengetahui mana saja yang menjadi prioritas pembayaran dan mana saja yang tidak.

Oleh karena itu, kami sangat menyarankan Anda untuk membuat daftar komprehensif agar bisa mengetahui rincian hutang yang dimiliki.

Buatlah nama kreditur, pembayaran bulanan minimun, suku bunga, sisa pembayaran, tanggal jatuh tempo, nomor telpon, dan informasi apa saja yang penting.

Cara seperti ini sangat bermanfaat untuk mengetahui progres pembayaran hutang yang ada.

4. Membuat Anggaran Keuangan

Tidak memiliki anggaran keuangan adalah salah satu penyebab yang membuat pengeluaran membengkak dan bisa melebihi penghasilan bulanan.

Oleh karena itu perlu mempertimbangkan untuk membuat anggaran keuangan agar tata kelola penghasilan dapat menjadi lebih baik.

Di waktu bersantai sembari minum segelas kopi hangat atau teh bisa menjadi kesempatan untuk mencatat semua pengeluaran dan penghasilan. 

Catat semua pengeluaran selama sebulan, mulai dari bahan makanan, biaya transportasi, biaya utilitas, tagihan hutang, dan lain sebagainya.

Pastikan setiap kategori pengeluaran memiliki anggaran masing-masing.

Di dalam anggaran keuangan, Anda juga perlu menyisihkan sebagian penghasilan untuk disimpan atau diinvestasikan.

Pakar keuangan menyarankan untuk menyisihkan sedikitnya 10% dari total penghasilan bulanan.

 Pihak peminjam nantinya akan membayar pokok hutang ditambah dengan bunga setiap periode yang menjadi imbal hasil investasi.

Imbal hasil yang bisa didapatkan mencapai lebih dari 21,32% per tahunnya.

5. Buat Daftar Untuk Melacak Anggaran dan Pengeluaran

Selain membuat anggaran keuangan, Anda juga perlu mencatat pengeluaran yang dilakukan selama satu bulan penuh.

Cara seperti ini memungkinkan Anda mengetahui mana saja pengeluaran yang tidak perlu dan mana saja pengeluaran yang bisa dihemat.

Anda juga bisa mengetahui secara pasti saat ada pengeluaran yang lebih besar daripada anggaran.

Itulah 5 perbaikan keuangan yang bisa dilakukan di waktu luang untuk mencapai kondisi keuangan yang lebih baik dari sebelumnya.

Jangan lagi menjadikan kesibukan sebagai alasan untuk tidak mengatur keuangan dengan baik.
Memiliki penghasilan yang tinggi akan bermanfaat dan memudahkan Anda untuk melakukan hal yang menyenangkan. Misalnya pergi ke luar negeri atau berbelanja sesuatu yang menyenangkan dan menghibur diri sendiri dan keluarga.

Namun Anda tidak boleh berfokus pada penghasilan saja, tetapi pertimbangkan juga hal lain di luar gaji saat bekerja.

Saat Anda menerima tawaran gaji yang lebih tinggi di perusahaan, maka pertimbangkan dengan baik 5 kondisi di bawah ini sebelum mengambilnya.

5 Kondisi di Mana Mendapatkan Gaji Tinggi Tidak Menguntungkan

1. Perjalanan yang Melelahkan

Warga di kota besar menghabiskan lebih banyak waktu di perjalanan setiap harinya.

Berdasarkan penelitian di Swedia, perjalanan yang melelahkan akan berdampak pada efek samping meliputi obesitas, sakit leher, stres, susah tidur, dan kesepian.

Jika gaji yang lebih tinggi mengharuskan Anda berhadapan dengan kemacetan lalu lintas yang berdampak pada kesehatan mental dan tubuh, mungkin Anda perlu mempertimbangkan dengan baik pilihan ini.

2. Budaya Kantor yang Beracun

Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang bekerja di lingungan yang bermusuhan cenderung meninggal lebih cepat daripada mereka yang bekerja di lingkungan yang mendukung.

Lingkungan kerja yang beracun diketahui juga bisa memicu stres dan depresi.

3. Kehidupan Anda Menjadi Tidak Seimbang

Pekerjaan dan kesibukan sehari-hari adalah salah satu faktor yang menyebabkan waktu bersama keluarga menjadi berkurang.

Jika tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi mengharuskan untuk merelakan waktu keluarga, maka sebaiknya Anda tidak mengambil pilihan ini.

4. Perusahaan Anda Melakukan Aktivitas yang Bertentangan

Tidak semua perusahaan di dunia beroperasi dengan nilai-nilai yang baik dan mendukung banyak orang di sekitarnya.

Jika perusahaan tempat bekerja saat ini bertentangan dengan agama, sosial, atau yang lain sebagainya, maka lebih baik Anda menolak pekerjaan tersebut.

5. Anda Tidak Mendapatkan Dukungan Dari Atasan

Atasan atau pimpinan adalah pihak yang bertanggung jawab untuk membesarkan dan membuat Anda berkembang di dalam perusahaan.

Jika saat ini Anda bekerja dengan atasan yang berusaha untuk menjatuhkan, mungkin ini saatnya untuk pergi secepatnya.

Penelitian menunjukkan bahwa atasan yang tidak mendukung akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan moral selama Anda bekerja di kantor.

Kesimpulannya adalah jangan hanya berfokus dengan jumlah angka yang akan didapatkan selama bekerja di perusahaan tertentu.

Ada banyak sekali faktor yang membuat pekerjaan menjadi lebih nyaman saat Anda melakukannya.

Misalnya saja lingkungan kerja yang saling mendukung, atasan yang bersikap positif, dan budaya kerja yang seimbang.

Namun, jika 5 kondisi di atas tidak terjadi pada Anda, maka tidak ada masalah untuk mengambil tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi.

Tetapi tetap harus diingat, jangan menggunakan semua gaji yang didapatkan untuk memenuhi gaya hidup saja.
Iri hati adalah sifat negatif yang tanpa disadari bisa merusak kehidupan dan kondisi keuangan Anda secara keseluruhan.

Iri hati sama dengan sifat serakah, malas, sombong, dan amarah yang bisa menghancurkan diri Anda sendiri.

Iri hati akan mengubah seseorang menjadi terobesesi dengan harta benda dan kehidupan saat ini saja.

Tidak hanya itu saja, sikap iri hati juga bisa berdampak pada kondisi keuangan. Berikut ini dampak iri hati yang membuat Anda tetap berada pada garis kemiskinan.

5 Sifat Iri akan Berdampak Buruk pada Kondisi Keuangan

1. Iri Hati Akan Membuat Anda Bersikap Buruk

Kegagalan Tidak Selalu Buruk, Yuk Bangkit Lagi! Silahkan Anda melihat orang-orang sukses yang telah dikenal, mereka pasti memiliki satu kesamaan yaitu memiliki sikap yang positif.

Mereka adalah orang-orang yang bisa mengubah peluang terkecil menjadi sebuah kesuksesan yang sangat besar.

Iri hati adalah emosi negatif yang membuat Anda jatuh kepada tindakan negatif dan berpengaruh terhadap kehidupan secara keseluruhan.

Iri hati akan membuat Anda terus-menerus mengeluh dan tidak pernah puas dengan apa yang didapatkan saat ini.

Anda akan terus membandingkan hidup dengan kehidupan orang lain.

Buanglah rasa iri hati dan mengabaikan apa yang dimiliki oleh orang lain. Fokuslah terhadap apa yang diinginkan, tetap positif, dan tetapkan tujuan.

2. Iri Membuat Anda Ingin Mengikuti Orang Lain

Iri dengan kehidupan orang lain akan membuat Anda secara tidak sadar mengikuti gaya hidup mereka yang pada akhirnya membuat Anda menuju pada hutang dan kesengsaraan.

Ingatlah bahwa mencoba untuk memiliki apa yang dimiliki oleh orang lain atau lebih baik akan sangat membebani kehidupan Anda.

Saat Anda tidak memiliki kemampuan finansial yang mencukupi, mengikuti gaya hidup orang lain akan membuat Anda berhutang dan membeli dengan kartu kredit hanya untuk menunjukkam bahwa Anda mampu melakukan hal yang sama.

3. Anda Bisa Menyalahgunakan Obat Karena Merasa Stres dan Depresi

Beberapa orang yang menghadapi rasa iri dan merasa stres akan membuat mereka menggunakan obat-obatan untuk lebih menenangkan diri.

Meminum alkohol atau menggunakan obat terlarang tidak akan membuat situasi semakin baik. Sebaliknya hal ini bisa sangat merugikan kesehatan mental dan tubuh Anda.

4. Iri Akan Membuat Anda Ragu Dengan Setiap Keputusan yang Dibuat

Mungkin Anda mulai bertanya tentang mengapa tidak memiliki mobil itu, mengapa tidak tinggal di rumah yang besar, atau yang lain sebagainya.

Sikap iri yang ada di dalam diri akan membuat Anda meragukan semua hal yang dilakukan.

Anda akan mulai mempertanyakan setiap keputusan yang dibuat dan tidak percaya dengan penilaian Anda sendiri.

Pada akhirnya Anda akan sulit membuat pilihan yang berani karena tidak yakin dengan pilihan yang dibuat sampai saat ini.

5. Anda Akan Menarik Sifat Negatif Ke Dalam Kehidupan

Hukum tarik-menarik mengatakan bahwa saat Anda mampu berpikir positif, maka hal-hal positif akan terjadi.

Jadi saat Anda memikirkan kesuksesan, maka hal tersebut akan menarik kesuksesan dan ketika Anda memikirkan kekayaan, maka Anda juga akan mendapatkan kekayaan.

Demikian juga saat memiliki emosi negatif, maka emosi tersebut akan mengirim sinyal bahwa Anda tidak mampu memiliki apa yang diinginkan dan Anda tidak akan pernah mendapatkan apa yang dimiliki dan terus merasa bahwa hidup tidak adil.

Terus-menerus iri dengan keadaan dan kehidupan orang lain akan membuat Anda selalu berpikir tidak pernah cukup dan selalu merasa kurang.

Jadi mulailah saat ini untuk mengubah sikap Anda menjadi lebih positif saat menghadapi atau melihat kehidupan orang lain yang lebih baik.

Jangan memaksakan diri Anda membeli sesuatu yang tidak mampu dipenuhi.

Jika Anda menginginkan sesuatu, misalnya ponsel baru, liburan ke tempat tertentu, atau lain sebagainya yang tidak bisa dipenuhi saat ini.

Maka Anda bisa berinvestasi terlebih dahulu sampai hasil investasi dan dana tersebut telah berkembang dan bisa digunakan untuk membeli keinginan.
Ada sebagian orang yang bekerja keras menghasilkan sesuatu dan ada sebagian lain membuang waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.


Pilihan ada di tangan Anda, apakah ingin produktif bekerja dan menghasilkan atau hanya menghabiskan banyak waktu terbuang sia-sia.

Pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan tentang 6 kebiasaan buruk yang menghambat Anda untuk menghasilkan lebih banyak uang di masa depan.

5 Kebiasaan Buruk yang Berpotensi Membuat Anda Gagal di Masa Depan

1. Menggunakan Media Sosial Secara Berlebihan

Rata-rata pengguna media sosial akan menghabiskan waktu sekitar 15 jam dalam sebulan.

Itu artinya rata-rata pengguna akan menghabiskan sekitar 30 menit setiap harinya dan itu adalah waktu yang cukup panjang untuk melakukan hal yang bermanfaat.

Daripada menghabiskan waktu selama 15 jam untuk media sosial lebih baik Anda bekerja untuk membangun lebih banyak pengikut di media sosial untuk bisnis.

Cara seperti ini jauh lebih bermanfaat dan berpotensi memberikan Anda lebih banyak penghasilan di masa depan.

2. Waktu Makan Siang yang Terlalu Panjang

Makan siang terlalu panjang yang menghabiskan waktu sekitar 2 jam sangatlah tidak produktif.

Idealnya Anda hanya memerlukan waktu sekitar 1 jam untuk makan siang ditambah dengan bersantai untuk memulihkan tenaga.

Istirahat sangat diperlukan saat sedang bekerja, tetapi pastikan tidak melakukannya secara berlebihan.

3. Memiliki Kebiasaan Komunikasi yang Buruk

Aspek komunikasi yang sederhana seperti tersenyum dan melakukan kontak mata adalah salah satu faktor penting dalam membangun jaringan dan membuat koneksi di tempat kerja dan lingkungan profesional

Jika Anda termasuk komunikator yang buruk dan tidak terbiasa untuk berbicara dengan orang lain.

Maka hal ini bisa sangat mempengaruhi potensi penghasilan Anda di masa depan.

4. Tidak Berlebihan

Hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mendapatkan lebih banyak atau setidaknya bisa meningkatkan potensi penghasilan adalah bangun lebih awal.

Bagi sebagian besar orang, ide dan pikiran masih sangat jernih di pagi hari.

Pagi hari adalah waktu yang tepat untuk melakukan aktivitas produktif dan bekerja secara aktif untuk mendapatkan lebih banyak penghasilan.

5. Tidak Memiliki Tujuan yang Ingin Dicapai

Terlalu banyak orang yang hanya berniat membangun dan mengumpulkan banyak kekayaan.

Di saat yang sama, mereka tidak menggunakan waktu tersebut untuk merencanakan langkah-langkah yang diperlukan agar bisa mencapai tujuan tersebut.

Buatlah tujuan yang akan dicapai di masa depan dan buat daftar tugas yang harus dilakukan agar bisa mencapai tujuan tersebut.

Misalnya saja Anda ingin mendapatkan penghasilan pasif sebesar Rp 10 Juta rupiah dalam 5 tahun ke depan.

Mulai dari sekarang Anda harus membangun berbagai sumber penghasilan pasif agar tujuan di masa depan bisa tercapai.

Anda harus mulai membiasakan diri melakukan investasi dengan nilai yang kecil terlebih dahulu. KoinWorks adalah tempat yang tepat untuk mulai berinvestasi dengan dana yang sangat minim.

Hanya dengan modal uang mulai dari Rp 100.000 Anda bisa berinvestasi dan berpotensi mendapatkan imbal hasil di atas 21,32%.

6. Mulai Melakukan Kebiasaan Baik!

Anda yang bekerja keras dan cerdas bisa lebih mudah menghasilkan stabilitas keuangan di masa depan.

Kuncinya adalah Anda harus lebih fokus saat bekerja dan tidak melakukan kebiasaan yang bisa mengurangi produktivitas harian.
Mungkin Anda pernah mendengar nasihat tentang waktu terbaik untuk mulai berinvestasi adalah sekarang dan tidak perlu menundanya.

Tetapi Anda juga harus mengingat bahwa berinvestasi membutuhkan rencana yang dipersonalisasikan.

Anda harus berinvestasi dengan mempertimbangan situasi keuangan yang dimiliki saat ini.

Berikut ini 3 situasi yang perlu dipertimbangkan sebelum Anda memulai berinvestasi. Jangan terburu-buru dan membuat keputusan yang gegabah.

Jangan Terburu-Buru Berinvestasi Saat Anda Sedang Mengalami 3 Situasi Berikut

1. Anda Tidak Memiliki Pengetahuan Dasar Investasi

Pepatah lama mengatakan bahwa belajarlah dari kesalahan di masa lalu dan lebih bijaksana lagi jika Anda belajar dari kesalahan orang lain.

Jangan pernah mulai berinvestasi sampai Anda mengetahui pengetahuan dasar tentang produk investasi yang akan dipilih.

Jika Anda berniat untuk berinvestasi saham, maka pelajar cara-cara investasi saham.

Mununda waktu berinvestasi untuk belajar, meneliti, dan membaca pengetahuan dasar investasi akan membantu Anda tetap berada pada jalur yang benar.

Pengetahuan dasar investasi ini akan membantu Anda untuk membuat pilihan investasi yang lebih bijak.

2. Anda Memiliki Utang Dengan Tagihan yang Tinggi

Jika Anda memiliki utang, maka pilihan terbaik untuk dilakukan adalah menunda berinvestasi sampai Anda terbebas dari hutang yang menjerat.

Namun aturan yang satu ini bisa saja ada pengecualian yaitu disaat Anda memiliki tagihan yang tidak terlalu berat setiap bulannya.

3. Anda Tidak Merencanakan Tujuan Investasi

Banyak orang mulai berinvestasi karena mereka tidak mengetahui rencana di masa depan dengan pasti.

Saat berinvestasi sangat penting untuk mengetahui arah dan tujuan dan berapa lama jangka waktu investasi.

Mengetahui rentang waktu investasi akan membuat Anda mengetahui mana saja produk yang sesuai dengan tujuan tersebut.

Jika Anda memiliki tujuan investasi jangka panjang di atas 10 tahun untuk mempersiapkan biaya pendidikan anak, maka investasi di pasar saham adalah pilihan terbaik yang bisa dilakukan.

Jangan pernah menyimpan dana di saham, jika Anda berniat mengambilnya kembali dalam jangka pendek.