Juni 2019
Ketika kita mendapatkan ataupun menghasilkan uang, hal tersulit adalah bagaimana cara mengaturnya. Tak jarang ketika kita mendapatkan uang hal yang pertama yang terlintas di pikiran adalah apa yang kita ingin beli, bukan bagaimana cara mengatur pengeluaran dan pemasukan agar seimbang.

Mulai sekarang, sebaiknya anda mulai memikirkan bagaimana cara mengatur keuangan, agar tidak menyesal kemudian hari. Nah, berikut ini adalah 3 cara sederhana agar Anda lebih cerdas dalam mengatur keuangan.

3 Cara agar Lebih Cerdas Mengatur Keuangan

1. Menyadari Pemasukan dan Pengeluaran Anda

Mengatur keuangan bukan hal yang mudah, namun anda harus mulai berlatih untuk mengelolanya. Anda harus sadar berapa pemasukan Anda, kemana saja uang tersebut anda habiskan dan ada baiknya anda memiliki catatan tersendiri daftar pengeluaran yang anda akan atau pun telah dilakukan.

Hal ini untuk menghindari istilah yang mengatakan besar pasak daripada tiang. Pengeluaran anda harus seimbang dengan pemasukan Anda. Hal ini juga berpengaruh untuk masa depan anda.

Ketika sedari muda kita sudah membiasakan diri untuk mengatur keuangan, anda memiliki kemungkinan sudah memiliki tabungan yang dapat menolong masa depan anda ketika dihadapi masa sulit ekonomi.

2. Merencanakan Pengeluaran Anda

Ketika merencanakan sesuatu, tak jarang hal tersebut dapat meleset dari rencana awal. Tapi, setidaknya anda sudah mengetahui kewajiban yang harus anda bayar.

Contohnya, anda harus membayar listrik, air, cicilan, kartu kredit dan lain sebagainya. Ini juga dapat memudahkan anda ketika anda ingin membeli barang impian anda.

Jadi, anda sudah tahu persis seberapa banyak uang yang akan anda tabung dan keluarkan.

Agar uang yang anda miliki berputar, sisihkan lah dana untuk berinvestasi. Hal tersebut, dapat membantu anda dalam mengelola keuangan dalam jangka panjang.

Untuk hal ini anda jangan khawatir, anda bisa mencoba berinvestasi dengan sistem peer-to-peer lending seperti KoinWorks. Berinvestasi di KoinWorks anda dapat memulai dari nominal Rp 100.000 saja. Dan hasil investasi anda dapat tumbuh, dengan begitu anda dapat lebih mudah mencapai tujuan keuangan yang anda inginkan.

3. Tahan Diri Anda Untuk Berbelanja

Dimulai dari diri sendiri, kalau anda ingin lebih cerdas mengatur keuangan maka yang perlu anda lakukan adalah mengontrol diri. Ketika anda berbelanja barang kebutuhan, tak jarang anda ingin juga membeli barang-barang yang tidak ada dalam daftar belanja.

Hal tersebut dapat menjerumuskan anda ke dalam sifat boros dan tak terkontrol. Oleh karena itu, pintar lah dalam menyadari kebutuhan, kewajiban dan keinginan. Sering terjadi karena hanya lapar mata, barang yang tidak dibutuhkan ikut terbeli dan berujung penyesalan.

Itulah 3 cara sederhana agar lebih mudah mengatur keuangan, jangan sampai penyesalan datang dimasa juta karena ketika muda tidak membiasakan diri untuk menabung.

Selamat mencoba!
Jika bukan karena beasiswa, biasanya mahasiswa masih mengandalkan tabungan orangtua untuk pembayaran biaya kuliah.

Jika tidak demikian, mahasiswa tersebutlah yang mati-matian membanting tulang, demi menambah penghasilan dan melunasi biaya kuliah mereka selama empat tahun. Nah, Anda tipe yang mana?

Apapun itu, Anda bisa lho, menambah penghasilan sejak dini, demi meringankan beban finansial dari segi pendidikan. Ada 5 kerja sampingan untuk mahasiswa yang bisa dijadikan sebagai sumber pendapatan tambahan. Apa saja?

5 Kerja Sampingan untuk Mahasiswa

1. Barista

Punya waktu luang saat akhir pekan? Tidak tahu mau melakukan apa saat liburan akhir semester berbulan-bulan lamanya? Mengapa tidak menjadi barista di kedai kopi saja?

Seperti yang diketahui, kedai kopi kian menjamur di mana-mana. Kopi sendiri sudah menjadi gaya hidup orang banyak, yang sepertinya sulit untuk ditinggalkan.

Nah, Anda bisa menjadi barista untuk menambah pemasukan. Jangan takut bila Anda tidak memiliki kemampuan untuk meracik kopi. Biasanya masing-masing kedai kopi memiliki training yang akan mengajarkan Anda bagaimana membuat kopi, serta melayani pelanggan. Selain dapat uang, Anda juga bisa menabung ilmu.

Siapa tahu, kelak Anda bisa membuat kedai kopi sendiri dan menghasilkan banyak keuntungan dari bisnis tersebut.

2. Blogger atau penulis lepas

Blog menjadi salah satu sumber pemasukan aktif dan pasif yang bisa Anda gunakan. Di waktu lowong, coba deh menulis blog.

Jika konten yang Anda buat menarik, akan sangat mungkin berbagai brand atau perusahaan mengajak Anda bekerja sama. Misalnya, perusahaan online travel agent, penerbitan buku, e-commerce, dan sebagainya.

Atau, Anda juga bisa menjadi penulis lepas di berbagai website. Anda bisa mengandalkan berbagai situs freelancer untuk mencari lowongan.

Untuk fee-nya sendiri, tergantung masing-masing klien. Ada yang menetapkan sekian ratus ribu untuk satu artikel, ada yang menetapkan harga tergantung jumlah kata atau karakter, ada yang langsung diakumulasikan dalam sebulan, dan sebagainya.

3. Social media specialist

Social media specialist adalah salah satu kerja sampingan untuk mahasiswa yang bisa Anda geluti. Pertanyaannya, apakah Anda passionate di bidang ini?

Jika iya, ada dua hal utama yang bisa kerjakan. Pertama, mengelola akun tersebut dan membuat kontennya. Kontennya sendiri mencakup gambar, animasi, video, hingga caption-nya.

Kedua, Anda bisa menjadi admin di mana Anda bertanggung jawab untuk melayani berbagai pertanyaan atau keluhan dari pelanggan.

4. Web developer

Teknologi yang kian berkembang menuntut segala sesuatunya serba cepat, efisien, lengkap, serta komprehensif. Hal itu pun dapat tertuang pada website sebuah perusahaan atau brand.

Jika Anda ahli di bidang ini, kerja sampingan untuk mahasiswa yang cocok adalah sebagai web developer. Fee-nya lumayan, bisa mencapai jutaan. Selain itu, Anda juga bisa curi-curi ilmu di bidang ini.

5. Fotografer

Tahukah Anda, biasanya, influencer di media sosial merekrut fotografer khusus untuk mengabadikan mereka. Sebab, biasanya para influencer butuh foto bagus yang mampu meningkatkan engagement atau followers mereka.

Jika Anda jago fotografi, Anda bisa menjual skill Anda kepada orang lain yang membutuhkan jasa Anda. Jangan lupa, tetapkan rate card terlebih dulu, ya! Misalnya, untuk sekali pemotretan, yakni 2 jam lamanya, harganya Rp300.000.

Dari 5 kerja sampingan untuk mahasiswa di atas, mana yang kira-kira paling cocok untuk Anda? Apapun pekerjaan yang Anda geluti, jangan lupa sisihkan juga untuk ditabung dan diinvestasikan.

Zaman sekarang, sudah banyak mahasiswa yang melakukan investasi, sebab mereka sangat aware akan betapa pentingnya investasi demi mencapai tujuan finansial mereka di masa mendatang.
Jika ingin dianalogikan, kartu kredit  sama seperti pedang bermata dua. Ada sisi positif dan ada pula sisi negatif yang dimiliki.

Sisi positifnya, Anda bisa memiliki suatu barang tanpa perlu mengeluarkan banyak biaya di muka. Jadi, sembari Anda menggunakan benda tersebut di kehidupan sehari-hari, sembari Anda mencicil biayanya. Tentu, hal ini meringankan beban finansial yang dimiliki.

Sebaliknya, penggunaan kartu kredit juga memiliki sisi negatifnya. Utamanya, ketika Anda kewalahan melunasi cicilan, apalagi membayar bunganya yang tinggi.

Penggunaan kartu kredit yang tidak tepat hanya akan menjerumuskan Anda ke lingkaran utang yang mana hal tersebut hanya akan memberatkan kondisi finansial Anda.

Sebagai informasi, ada 3 penggunaan kartu kredit paling boros, yang dialami oleh anak muda atau generasi millennial. Cari tahu selengkapnya di bawah ini!

Anak Muda Wajib Waspada, Ini 3 Penggunaan Kartu Kredit Paling Boros

1. Makanan dan minuman

Hari Jumat, nongkrong di cafe sambil ngopi bareng teman-teman. Sabtu makan di restoran all you can eat. Minggu traktir teman-teman makan karena sedang berulang tahun. Belum lagi pengeluaran-pengeluaran lain yang menyangkut makanan dan minuman.

Selain kartu debit, kartu kredit banyak dimanfaatkan untuk bertransaksi. Istilahnya, makan dulu, bayar kemudian.

Karena kebiasaan sering menggesek kartu kredit sebagai alat transaksi pembayaran makanan dan minuman, seringkali tidak sadar bahwa tagihan membengkak. Dalam sebulan, biaya untuk makan bisa mencapai jutaan. Padahal, gaji tidak seberapa.

Wahai anak muda, yuk jangan foya-foya. Jangan pula gengsi bawa bekal sendiri dari rumah. Membawa bekal sendiri bakalan lebih menghemat pengeluaran, lho!

Di sisi lain, tidak perlu terlalu sering icip-icip makanan mahal demi memuaskan rasa lapar. Sekali-sekali tidak apa-apa, itupun jika Anda memiliki tabungan yang memadai.

2. Barang elektronik

Memang, teknologi sungguh akrab dengan inovasi. Oleh karena itu, tidak sedikit anak muda yang berburu teknologi -terutama gadget– demi menikmati inovasi yang ditawarkan.

Untuk mendapatkan keunggulan-keunggulan dalam gadget, biasanya ada harga mahal yang harus dibeli. Contoh, anak muda rela mengeluarkan uang sebesar Rp20 juta demi memiliki iPhone X.

Sebenarnya, fitur yang ditawarkan terkadang tidak terlalu diperlukan. Namun, mengingat barang elektronik ini sangat erat kaitannya dengan gaya hidup, maka tidak heran jika banyak anak muda yang rela menghamburkan uang mereka. Bagaimana dengan Anda?

3. Produk fashion

Demi eksistensi, biasanya anak muda membeli berbagai produk fashion demi menunjang penampilannya. Entah itu baju, celana, rok, outer, topi, sepatu, aksesoris, tas, dan masih banyak lainnya.

Belum lagi, diskon menggiurkan cukup membuat siapa saja tergoda untuk membeli produk fashion baru, tidak peduli apabila mereka baru saja membelinya.

Di saat kondisi keuangan sedang kepepet, kartu kredit selalu dirasa jadi solusi. Ada produk fashion terbaru, langsung membelinya. Ada item yang bagus, kepikiran juga untuk membelinya. Kebiasaan buruk seperti ini tentu bisa mempengaruhi kondisi finansial Anda!

Dari 3 penggunaan kartu kredit di atas, mana yang menurut Anda paling boros? Nah, dibanding membuang-buang uang untuk keperluan yang sebenarnya tidak terlalu Anda butuhkan, alangkah baiknya apabila Anda menyisihkan 20% dari pendapatan untuk ditabung dan diinvestasikan.

Zaman kini, investasi sudah menjadi hobi anak muda, lho! Kok bisa? Ya, sudah banyak anak muda yang sadar akan betapa pentingnya mencapai impian finansial dan financial freedom di usia muda. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan berinvestasi.
Jika Anda membenci pekerjaan saat ini, maka Anda tidak sendiri merasakan hal tersebut. Sebuah studi yang dilakukan di UK menemukan bahwa hampir 60% karyawan tidak suka dengan posisi mereka saat ini.

Mengakui bahwa pekerjaan Anda adalah mimpi buruk artinya Anda siap untuk mengambil tindakan untuk mengubah keadaan saat ini.

Berikut ini ada 5 pertimbangan sebelum resign dari pekerjaan Anda saat ini.

5 Pertimbangan Sebelum Resign dari Pekerjaan Anda Saat Ini


Tidak perlu berlibur ke tempat yang mahal, Anda bisa menggunakan waktu berlibur untuk memberikan ruang bernafas agar bisa fokus memikirkan masa depan.

Waktu liburan tersebut bisa Anda gunakan untuk mencari pekerjaan, pergi mengikuti wawancara kerja, atau bertemu dengan keluarga yang bisa memberikan nasihat yang berharga.

Dengan adanya kesempatan untuk berpikir, maka Anda bisa memutuskan apakan benar-benar ingin berhenti dari pekerjaan saat ini dan langkah apa saja yang perlu dilakukan.

1Memiliki Persiapan yang Matang

Mengelola Keuangan dengan Bijak. Jika Anda memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan saat ini, maka lakukan persiapan dengan benar.

Persiapan yang benar adalah dengan memiliki tabungan yang cukup untuk hidup selama jangka waktu tertentu atau memiliki pekerjaan lain yang akan dituju.

Anda bisa mulai memperbarui resume pekerjaan, memiliki persyaratan keterampilan yang memadai, dan lain sebagainya.

2. Bergerak ke Samping

Cara Mudah Untuk Membuat Diri Anda Menjadi Calon Karyawan yang Menarik, Patut Dicoba!
Jika masalah pekerjaan yang Anda hadapi berkaitan dengan manajer atau anggota tim, maka solusinya Anda tidak perlu meninggalkan pekerjaan saat ini.

Anda bisa memilih untuk melamar pekerjaan di posisi yang lain dalam organisasi. Mendapatkan manajer dan anggota tim yang baru akan membebaskan Anda dari masalah pekerjaan yang selama ini dihadapi.

3. Menjadi Seorang Pekerja Lepas

Jika Anda suka dengan pekerjaan yang dilakukan saat ini, tetapi membenci lingkungan kerja. Maka, kami sangat menyarankan Anda untuk menjadi seorang pekerja lepas di bidang yang ditekuni.

Dengan keterampilan yang dimiliki, maka Anda bisa menemukan pekerjaan kontrak dengan bayaran yang layak.

Hal yang tidak kalah penting adalah Anda tidak harus terikat dengan jam kerja kantor yang mengikat. Pekerjaan yang ada bisa Anda selesaikan di mana saja dan kapan saja sepanjang Anda bisa mengikuti deadline yang diberikan.

4. Jangan Pernah Melihat ke Belakang

 Mendelegasikan Pekerjaan - menunjuk karyawan - pilih bawahan - mencari karyawan kreatif - 7 Kemampuan yang Diperlukan Agar Bisa Mempengaruhi Orang Lain
Jika Anda telah memilih untuk berhenti dari pekerjaan, maka lakukanlah. Setelah Anda memberi tahu atasan dan sepakat untuk keluar, maka fokuslah dengan apa yang akan dilakukan selanjutnya.

Jangan terperangkap secara emosional dan mengkhawatirkan berbagai hal yang tidak penting seperti kehilangan rekan kerja dan hal lainnya. Tatap masa depan dengan teguh untuk mendapatkan kehidupan yang lebih cerah dan lebih baik.

Menjalankan pekerjaan yang tidak Anda sukai akan membuat hidup Anda tidak nyaman. Agar bisa bebas dari beban tersebut, maka Anda harus segera memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan atau tetap pada tempat Anda saat ini.

Pilihan di atas jauh lebih baik daripada Anda tidak melakukan apapun dan terus merasakan beban tahun demi tahun.

Akan tetapi, sebelum resign dari pekerjaan Anda saat ini, ada baiknya Anda memiliki sumber pendapatan cadangan yang mampu memenuhi kebutuhan Anda saat ini. Apabila menjadi pekerja lepas bukan jawabannya, mungkin dengan berinvestasi online bisa menjadi solusinya.

Investasi online bisa Anda lakukan di mana saja dan kapan saja. Rp100.000 adalah nominal awal yang bisa Anda alokasikan untuk memulai investasi.

Namun, apabila Anda merupakan seorang investor pemula, lebih baik menghindari kesalahan-kesalahan dalam berinvestasi, seperti yang ada pada halaman ini.

Jadi, sebelum memutuskan untuk resign dari pekerjaan Anda saat ini, pertimbangkan pula bagaimana Anda mencukup kehidupan selama tidak ada pendapatan bulanan, ya. Semoga investasi online bisa menjadi solusinya!
Kemiskinan membuat kita sulit untuk memenuhi berbagai kebutuhan dasar dalam hidup yang diperlukan. Kesulitan untuk membeli bahan makanan, sulit untuk membeli rumah untuk melindungi keluarga, kesulitan memberikan pendidikan yang layak untuk anak-anak, dan sulit untuk mendapatkan akses kesehatan yang memadai.

Tidak hanya masalah di atas saja yang akan dihadapi, kita juga berpotensi untuk menumpuk hutang dan hidup mengandalkan gaji ke gaji sepanjang hidup.

Apakah kita ingin merasakan kehidupan seperti di atas sepanjang usia?

Pada pembahasan kali ini kami akan mencoba menjelaskan kepada kita tentang beberapa alasan yang menyebabkan kita terjebak pada kondisi kemiskinan sampai saat ini.

Mari simak penjelasannya di bawah ini.


8 Alasan Kenapa Kita Tetap Tidak Bisa Kaya

1Terjebak Dalam Hutang yang Berkepanjangan

Kondisi yang miskin bisa dengan mudah membuat kita terjebak pada hutang untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup.

Hutang yang dilakukan bisa dalam bentuk pinjaman di perusahaan, berhutang dengan bank, dan menggunakan kartu kredit.

2. Tidak Mau Belajar Tentang Keuangan Pribadi

Banyak sekali orang yang gagal dalam mengelola keuangan karena mereka tidak mau belajar tentang keuangan pribadi.

Sehingga mereka dengan mudah membuat keputusan hutang konsumtif yang tidak bermanfaat dan tidak melakukan investasi untuk mempersiapkan masa depan.

Mereka lebih suka membelanjakan uang untuk kesenangan saat ini, daripada menggunakan uang untuk tujuan di masa depan.

3. Tidak Mempertimbangkan Kondisi Masa Depan

Orang miskin lebih suka membelanjakan uangnya untuk kesenangan saat ini saja, seperti membeli pakaian baru, membeli smartphone baru, berlibur setiap bulan, dan makan di restoran.

Hal yang tidak mereka sadari adalah jenis pengeluaran tersebut termasuk pengeluaran habis pakai dan pengeluaran yang nilainya terus menurun di masa depan.

Artinya nilai uang yang dimiliki tidak akan bertambah saat melakukan pembelian untuk barang-barang tersebut.

4. Tidak Memiliki Dana Darurat

Dana darurat merupakan sumber dana yang bisa kita manfaatkan untuk memenuhi pengeluaran yang sifatnya tidak terduga.

Misalnya saja untuk membiayai kebutuhan hidup saat Anda dipecat dari perusahaan dan belum memiliki pekerjaan, membayar biaya kesehatan yang tidak ditanggung asuransi, dan lain sebagainya.

Jika tidak mempersiapkan dana darurat dari sekarang, akibatnya saat keadaan tak terduga terjadi, kita cenderung berhutang untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

5. Tidak Memprioritaskan Tabungan dan Investasi

Aturan sederhana yang harus kita ikuti adalah memiliki pengeluaran yang jauh lebih kecil dari jumlah yang bisa kita hasilkan.

Sehingga kelebihan uang yang tersisa dari penghasilan bisa Anda simpan dan diinvestasikan untuk masa depan keluarga.

KoinWorks bisa menjadi salah satu tempat berinvestasi yang bisa kita gunakan untuk mempersiapkan masa depan keluarga.

Cukup sisihkan minimal Rp 100.000 saja setiap bulan, maka kita sudah bisa memiliki portofolio investasi di KoinWorks. Jangan ragukan imbal hasil yang didapatkan!

Meskipun modal yang dikeluarkan terbilang rendah, KoinWorks mampu menawarkan tingkat imbal hasil yang berada di atas rata-rata laju inflasi tahunan di Indonesia.

6. Tidak Memiliki Rencana Keuangan

Salah satu alasan terbesar yang membuat banyak orang tetap miskin adalah mereka tidak memiliki rencana keuangan yang harus dijalankan.

Mereka tidak memikirkan dana yang perlu dipersiapkan untuk pendidikan anak, tidak mempersiapkan dana untuk pensiun, tidak mempersiapkan dana untuk memiliki rumah, dan lain sebagainya.

Solusinya adalah penting untuk mulai memikirkan apa saja rencana keuangan kita pada beberapa tahun ke depan.

Selanjutnya, mulailah menyisihkan uang untuk disimpan dan diinvestasikan ke berbagai instrumen investasi yang menguntungkan.

7. Tidak Mengetahui Kemana Uang Keluar

Saat tidak mengetahui kemana aliran uang keluar, itu artinya kita tidak memiliki anggaran bulanan yang perlu diikuti.

Sehingga Anda tidak mengetahui dengan pasti berapa uang yang diperlukan untuk membeli bahan makanan, biaya transportasi bulanan, dan uang untuk disimpan.

Saat hal di atas terjadi akibatnya kita akan lebih mudah mengeluarkan uang yang lebih besar daripada uang yang bisa dihasilkan.

Terjadinya defisit pada anggaran bukanlah kondisi yang baik dan harus segera Anda perbaiki dari sekarang.

Mulailah belajar untuk membuat anggaran yang harus kita keluarkan setiap bulannya. Hal yang terpenting adalah disiplin untuk mematuhi anggaran yang sudah dibuat.

8. Tidak Bisa Memisahkan Antara Kebutuhan dan Keinginan

Pahami dengan baik apa yang dimaksud dengan kebutuhan dan keinginan sebelum kita memutuskan untuk membelanjakan uang.

Perbedaan antara kebutuhan dan keinginan cukup sulit untuk diidentifikasikan, namun kami akan memberikan contoh sederhana agar Anda bisa dengan mudah mengetahui apa perbedaan diantara keduanya.

Saat kita membeli mobil untuk membantu pekerjaan sehari-hari, maka jenis pembelian ini termasuk dalam kebutuhan.

Namun, jika kita membeli mobil karena ingin pamer dan ingin membeli jenis yang mewah, inilah yang disebut dengan keinginan.

Keinginan untuk membeli barang yang harganya lebih mahal membuat banyak orang memboroskan pendapatan dan tabungan yang telah mereka simpan.

Belajarlah untuk menahan keinginan!

Lebih baik sisihkan sebagian pendapatan kita untuk disimpan dan diinvestasikan pada berbagai jenis instrumen investasi.
Industri kuliner menjadi salah satu bidang utama yang disorot zaman sekarang. Industri ini memang cukup menyenangkan, apalagi  bisa mengenyangkan perut.

Bayangkan, apabila ada brand atau perusahaan yang meminta endorsement dari Anda mengenai suatu produk dan Anda wajib mem-posting-nya di media sosial, Anda bisa mendapatkan penghasilan dari sana. Besarnya penghasilan bisa tergantung dari jumlah followers, engagement dengan para pengikut, jumlah page views di blog, atau hal-hal lainnya.

Sekadar saran, jangan jadikan kegemaran makan Anda sebagai hobi belaka. Yuk, diuangkan juga! Ada 7 pekerjaan yang cocok untuk Anda si pencinta kuliner, lho! Bukan cuma perut Anda saja yang senang, tabungan Anda pun demikian.

7 Pekerjaan Ini Cocok untuk Anda Si Pencinta Kuliner

1. Koki

Ini merupakan pekerjaan yang paling berhubungan dengan dunia kuliner. Kalau bukan koki yang menyajikan makanan untuk Anda, siapa lagi? Untuk menjadi seorang koki, Anda perlu mengasah kemampuan dalam mengolah bahan makanan.

Selain bisa mengikuti pendidikan formal terkait tata boga, Anda juga bisa ikut kursus sebagai chef supaya pengetahuan dan wawasan di bidang ini makin bertambah.

2. Jurnalis atau Food Blogger

Suka foto-foto makan sekaligus menulis blog? Mengapa tidak menjadi food blogger saja? Kuliner menjadi tema yang begitu digandrungi, apalagi erat kaitannya dengan lifestyle. Untuk mulai menjadi food blogger, Anda bisa mendatangi cafe, restoran, tempat makan, atau apapun itu yang berhubungan dengan makanan.

Anda bisa menceritakan bagaimana rasa makanan tersebut, apakah layak direkomendasikan kepada para pembaca Anda, di mana bisa menemukan tempat makan tersebut, dan sebagainya.

3. Pengusaha Katering

Seringkali, orang-orang tidak memiliki waktu untuk memasak atau mempersiapkan bekal makan siang mereka. Di sisi lain, banyaknya pilihan makanan yang dijual terkadang membuat bingung, mau makan apa ya, hari ini.

Nah, katering pun hadir sebagai solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Apalagi, banyak karyawan kantor atau anak kos yang membutuhkan katering guna memudahkan mereka untuk memenuhi kebutuhan primer mereka.

Jika berminat untuk membuka usaha katering, tentukan jenis makanan apa yang akan Anda suguhkan. Makanan cepat sajikah? Makanan sehatkah?

Apabila usaha Anda sudah dikenal masyarakat luas, tidak menutup kemungkinan bisnis ini akan merambah menjadi katering untuk event-event tertentu, bahkan katering pernikahan. Lumayan, lho, penghasilannya.

4. Fotografer Kuliner

Tidak sedikit lho, pemilik bisnis makanan yang membutuhkan jasa fotografer untuk membuat makanan dan minuman yang disajikan terlihat lebih menggiurkan. Nah, apabila Anda memang gemar memotret, jadikanlah ini sebagai peluang untuk memperoleh pundi-pundi uang.

Agar foto Anda disukai klien, Anda perlu mempertinggi kemampuan fotografi dan tahu pasti bagaimana membuat hasil gambarnya terlihat lebih tempting. Sehabis memotret, biasanya Anda bisa ikut mencicipi makanan tersebut, lho.

5. Food Stylist

Pekerjaan yang satu ini cocok sekali untuk Anda si pencinta kuliner. Pekerjaannya pun sangat berhubungan dengan food photographer. Nantinya, Anda perlu menentukan tema, mengatur angle, juga menata makanan yang hendak dipotret agar terlihat sedap dipandang mata.

Supaya terlihat lebih artsy, Anda juga bisa menggunakan berbagai properti, misalnya alas karung goni, talenan kayu, biji kopi, dan sebagainya.

6. Pemilik cafe atau restoran

Membuka cafe atau restoran memang membutuhkan modal yang tidak sedikit. Akan tetapi, bisnis makanan ini sangat menggiurkan dan cocok sekali untuk Anda si pencinta kuliner.

Anda bisa menjadikan teman Anda yang sudah berkecimpung di usaha kuliner sebagai partner bisnis Anda. Bisa juga, bukalah usaha franchise jika Anda tidak ingin memulai bisnis kuliner dari nol.

7. Ahli gizi

Pekerjaan ini cocok untuk Anda yang ingin menawarkan pelayanan terkait makanan. Sebagai contoh, Anda bisa memberikan konsultasi mengenai menu diet serta makanan sehat. Anda pun bisa mengatur nutrisi makanan untuk klien. Menarik bukan?
Pensiun merupakan masa-masa yang pasti akan Anda lalui dalam hidup dan penting untuk mulai dipersiapkan sejak dini. Memasuki masa pensiun Anda tidak akan bisa produktif bekerja seperti layaknya masih muda. Di masa-masa ini, Anda harus mulai menikmati waktu bersantai menikmati hasil jerih payah di masa muda.

Pada penjelasan kali ini, kami akan mencoba menjelaskan kepada Anda semua tentang beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan masa pensiun dengan tenang dan nyaman. Berikut ini penjelasan selengkapnya.

Mau Pensiun dengan Tenang dan Nyaman? Terapkan 4 Tips Ini

1. Mulai Berhemat Sejak Dini

Apabila Anda tidak memiliki rekening tabungan pensiun, maka mulailah saat ini untuk teratur menyisihkan pendapatan Anda untuk mempersiapkan masa pensiun.

Semakin cepat Anda mempersiapkan dana pensiun, maka akan semakin besar juga total tabungan yang akan didapatkan di masa depan. Jangan pernah menunda untuk mempersiapkan dana tabungan!

2. Berinvestasilah!

Investasi merupakan aset yang diharapkan bisa memberikan manfaat dalam jangka panjang dan di masa depan. Investasi yang Anda lakukan bisa dalam bentuk properti, saham, obligasi, emas, reksadana, dan lain sebagainya.

Saat ingin mempersiapkan dana pensiun, maka penting untuk mempertimbangkan jenis investasi yang memungkinkan Anda untuk mendapatkan hasil yang optimal. Investor yang cerdas mampu mengurangi resiko investasi dengan cara melakukan diversifikasi atas investasi yang mereka miliki.

Jika saat ini Anda masih muda, maka pilihlah jenis investasi agresif yang mampu menawarkan tingkat imbal hasil yang sangat tinggi. Seiring dengan bertambahnya usia, maka lakukan diversifikasi risiko dengan memilih jenis investasi yang memiliki resiko yang rendah.

Berinvestasi di peer-to-peer lending seperti KoinWorks bisa menjadi pilihan yang tepat untuk dilakukan. KoinWorks menawarkan tingkat imbal hasil yang sangat kompetitif dan mampu mengalahkan laju inflasi tahunan di Indonesia.

Modal yang perlu Anda miliki untuk memulai berinvestasi di KoinWorks juga terbilang sangat rendah yaitu hanya Rp100.000 saja. Jumlah uang yang sangat rendah dan bisa dijangkau oleh mayoritas masyarakat di Indonesia.

3. Miliki Gaya Hidup yang Sederhana dan Tidak Berlebihan

Banyak masyarakat di Indonesia yang melakukan pembelian atau layanan yang sebenarnya tidak terlalu mereka perlukan.

Hal ini mereka lakukan karena tidak mampu menahan emosi dan telah tersedianya layanan kredit yang memungkinkan mereka mendapatkan barang dengan mudah.

Kedua faktor di atas jugalah yang berperan penting dan membuat banyak masyarakat terjerat utang kartu kredit dan memiliki kondisi keuangan yang sangat buruk. 

Sebaiknya pertimbangkan untuk membangun kondisi keuangan yang mapan untuk mempersiapkan masa pensiun dengan lebih baik. Fokus untuk melunasi hutang, membangun investasi, dan tidak berlebihan saat berbelanja.

Pertimbangkan dengan matang sebelum Anda melakukan pembelian berbagai barang mewah yang mahal, seperti mobil, smartphone, komputer, tablet, dan lain sebagainya. Beli sebuah barang berdasarkan apa yang Anda butuhkan, bukan membeli barang berdasarkan apa yang Anda inginkan saat ini.

Jika Anda belum mampu melakukan pembelian jenis barang tertentu, maka pertimbangkan untuk menunda pengeluaran tersebut selama beberapa saat. Lebih baik membeli barang secara tunai daripada harus berutang dan mengandalkan kartu kredit.

Anda juga bisa membeli barang atau layanan yang sesuai dengan kemampuan finansial. Jangan pernah membeli barang yang tidak bisa Anda penuhi, karena hal tersebut akan membebani diri sendiri.

Tips di atas bukan mengajarkan Anda untuk pelit, tetapi memberikan pemahaman tentang pentingnya membuat keputusan yang cerdas dan bijaksana. Jangan pernah membeli barang secara emosional, berpikirlah dua kali sebelum Anda memutuskan untuk membeli barang dan layanan.

4. Menjaga Kesehatan

Usia yang semakin tua membuat Anda semakin beresiko dengan kondisi kesehatan yang memburuk di masa depan.

Hal yang perlu disadari di sini adalah biaya kesehatan dan pengobatan terus meningkat dari tahun ke tahun. Apalagi jika Anda memilih untuk berobat di luar negeri seperti Singapura, Jepang, dan negara maju lainnya.

Kondisi kesehatan di masa tua sangat dipengaruhi oleh gaya hidup Anda di masa muda, apakah Anda merokok, mengonsumsi alkohol, tidak berolahraga, dan lain sebagainya.

Saat masih muda, Anda tidak akan merasakan efek negatif dari gaya hidup yang dilakukan. Efek negatif tersebut baru akan terasa pada saat Anda berusia senja dan memasuki masa tua.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kondisi kesehatan saat Anda masih muda supaya Anda bisa menikmati masa pensiun dengan tenang dan nyaman.

Dengan menjaga kesehatan, itu artinya Anda berpotensi untuk memiliki kualitas hidup yang lebih baik di masa tua dan tidak perlu mengeluarkan biaya kesehatan yang sangat mahal di masa tua nanti.

Nah, dengan mempersiapkan 4 hal di atas, Anda tidak perlu lagi merasa khawatir dengan kondisi keuangan yang buruk di masa depan atau biaya kesehatan yang tinggi. Persiapan yang sudah dilakukan di masa muda memungkinkan Anda menikmati masa tua dan pensiun dengan lebih tenang dan nyaman.

Jangan tunda lagi! Mulailah berinvestasi, hidup sederhana, dan menjaga kesehatan untuk masa depan yang lebih baik.
Kebiasaan buruk yang akan mengacaukan kondisi keuangan keluarga adalah kebiasaan berhutang yang tidak bisa Anda lepaskan. Berhutang bukan hanya akan memberatkan Anda dengan beban bunga yang harus dibayarkan di masa depan, tetapi juga bisa mengganggu berbagai tujuan keuangan yang Anda miliki.

Segera hentikan kebiasaan buruk ini!

Berikut ini 9 alasan yang perlu Anda pahami, mengapa berhutang merupakan hal yang buruk dan tidak perlu Anda lakukan.

9 Alasan Kenapa Tidak Perlu Berhutang

1Utang Akan Mendorong Menghabiskan Lebih Banyak Uang Dari yang Dihasilkan

Banyak sekali orang yang tergoda untuk berhutang, karena mereka bisa mendapatkan berbagai barang saat ini juga, tanpa perlu menabung dan mengumpulkan uang untuk membeli barang tersebut.

Hal yang tidak disadari dan tidak dipedulikan oleh masyarakat adalah dengan berhutang mereka diwajibkan untuk membayar barang tersebut lebih mahal daripada membelinya dengan cara tunai.

Belanja dan habiskan uang di bawah kemampuan Anda untuk menghasilkan!

2. Anda Terjebak Bunga yang Mengharuskan Membayar Lebih Tinggi

Hutang seperti kartu kredit membuat Anda lebih mudah belanja berbagai barang dan keperluan tanpa uang tunai.

Komitmen yang harus Anda tanamkan saat berhutang adalah keharusan untuk membayarkan beban bunga yang sudah ditetapkan di awal perjanjian hutang.

Artinya semakin tinggi tingkat bunga, semakin besar juga uang yang harus dibayarkan. Semakin lama Anda menunda pembayaran, semakin tinggi juga beban hutang di masa depan dan uang yang perlu dibayarkan.

3. Hutang Akan Menguras Penghasilan Anda di Masa Depan

Alasan pihak perbankan memberikan syarat penghasilan minimum untuk mengajukan kartu kredit adalah untuk menilai kemampuan Anda membayarkan utang dari penghasilan yang ada.

Biasanya penghasilan Rp 3 Juta per bulan sudah bisa mendapatkan fasilitas kartu kredit di berbagai bank.

Jika Anda tetap mengajukan kartu kredit dengan jumlah penghasilan di atas, itu artinya Anda sama saja menguras penghasilan yang akan di dapatkan di masa depan.

Sebab, ada cicilan atau tagihan yang Anda bayarkan setiap bulannya karena penggunaan kartu kredit. Ingat, tagihan tersebut termasuk beban bunga yang membuat utang Anda semakin tinggi.

4. Utang Membuat Anda Membayar Lebih Banyak Dari Seharusnya

Tidak ada pihak perbankan yang bersedia memberikan pinjaman kepada Anda, tanpa adanya bunga yang mereka dapatkan.

Bunga inilah yang membuat Anda harus membayar barang yang dibeli lebih tinggi dari harga yang seharusnya.

Beban bunga tidak akan dirasakan, jika Anda bersedia membayar berbagai barang yang dibeli dengan cara tunai.

Lebih baik Anda menabung uang yang dimiliki dan jika sudah terkumpul barulah bisa membeli barang tersebut dengan cara tunai.
Dalam aktivitas jual dan beli tidak selamanya Anda harus membayar harga yang ditawarkan oleh penjual. Anda bisa melakukan negosiasi harga atas suatu produk atau layanan, saat Anda merasa harga yang ditawarkan oleh penjual terlalu tinggi dan kemahalan.

Dengan bernegosiasi, maka terbuka kesempatan bagi Anda untuk mendapatkan barang dengan harga yang lebih murah daripada harga awal.

Tidak bisa bernegosiasi? Tenang saja, kami sudah merangkum 6 taktik bernegosiasi yang memungkinkan Anda mendapatkan harga lebih rendah.

6 Teknik Negosiasi yang Memungkinkan Anda Mendapatkan Harga Lebih Rendah

1Ketahui Beberapa Hal Dasar Sebelum Bernegosiasi

Jika ingin mendapatan harga lebih rendah, lakukanlah taktik bernegosiasi yang satu ini. Ketahui terlebih dahulu biaya yang dikeluarkan oleh pihak penjual atas produk yang mereka tawarkan.

Jika Anda mengetahui berapa biaya pokok sebuah produk dan layanan, hal ini membuat Anda bisa menjelaskan tentang alasan mengapa produk tersebut bisa lebih murah lagi.

Dengan demikian, sangat besar kemungkinan pihak penjual bersedia menurunkan harga jual produknya.

Selanjutnya, perhatikan alasan seorang penjual menawarkan produk atau layanan tersebut kepada Anda. Jika Anda membeli produk bekas dari penjual yang berniat membuang perabotan, maka tidak akan kesulitan untuk mendapatkan harga yang lebih murah.

Dengan mengetahui alasan mengapa sebuah produk tersebut dijual membuat Anda mendapatkan gambaran tentang berapa banyak uang yang harus dibayarkan.

2. Biarkan Penjual Menyebutkan Harganya Terlebih Dahulu

Saat mengizinkan pihak penjual untuk menyebutkan harga sebuah produk, Anda memiliki kesempatan untuk melawan dengan harga yang lebih rendah dari harga yang mereka tawarkan.

Sebelum menurunkan harga, pastikan Anda mengetahui berapa harga produk tersebut di pasaran pada umumnya.

Dengan cara ini, maka Anda sudah memiliki modal dasar dalam bernegosiasi dan berkesempatan untuk mendapatkan harga yang lebih murah.

3. Ketahui Batasan Dalam Melakukan Penawaran

Negosiasi harus saling menguntungkan kedua belah pihak dan tidak boleh ada pihak yang merasa dirugikan.

Pahami harga pasar, harga pokok sebuah produk, dan margin keuntungan yang akan didapatkan oleh pihak penjual.

Jangan sampai negosiasi yang Anda lakukan membuat penjual tidak mendapatkan margin keuntungan yang optimal.

4. Cobalah Untuk Diam dan Tidak Bicara

Keheningan di antara dua orang dalam proses negosiasi yang saling berhadapan akan menimbulkan perasaan tidak nyaman. Anda hanya perlu diam dan tidak perlu menanggapi tawaran yang diberikan oleh pihak penjual.

Saat hal ini terjadi, pihak penjual biasanya akan berusaha memecah keheningan dan mulai memberikan penawaran yang masuk akal dan saling menguntungkan.

Biarkan saja pihak penjual terus berbicara dan merasa tidak aman dengan sikap yang Anda tunjukkan. Berikan ekspresi keraguan untuk membayar harga yang mereka tawarkan kepada Anda.

5. Minta Layanan Atau Produk Tambahan

Saat harga yang Anda tawarkan tidak diterima oleh pihak penjual, maka gunakan strategi untuk meminta produk atau layanan tambahan kepada mereka. Mungkin saja, Anda akan mendapatkan aksesoris tambahan saat melakukan pembelian produk tertentu.

Sebagai contohnya, saat ini banyak sekali operator seluler yang bersedia memberikan layanan tambahan atau produk tambahan kepada para pelanggan.

Hal ini bisa didapatkan saat para pelanggan bersedia melakukan kontrak jangka panjang untuk menggunakan layanan seluler yang ditawarkan.

6. Pergi Menjauh

Taktik ini sepertinya sudah banyak dilakukan oleh para pembeli dan masih sangat efektif untuk dilakukan saat ini.

Strategi ini bisa berhasil karena sangat sedikit bisnis yang bersedia kehilangan penjualan dan pelanggan.

Mereka merasa takut membiarkan pelanggan pergi tanpa melakukan pembelian produk atau layanan. Saat ini terjadi, maka Anda akan memiliki keunggulan saat bernegosiasi.

Saat Anda tidak mendapatkan harga yang diinginkan, maka pergilah menjauh dan segera keluar dari toko tersebut.

Pihak penjual yang tidak ingin kehilangan pelanggan pasti akan dengan senang hati memanggil Anda dan kembali membuat penawaran yang lebih menguntungkan.

Dari penjelasan di atas dapat kita pahami bahwa melakukan negosiasi itu perlu untuk mendapatkan harga yang jauh lebih murah.

Hanya saja, jangan sampai Anda mengabaikan kebutuhan penjual dan melakukan penawaran tanpa memperhitungkan margin keuntungan penjual, biaya pokok, dan biaya yang lainnya.

Mendapatkan penawaran harga yang saling menguntungkan kedua belah pihak adalah tujuan negosiasi yang paling baik.

Dengan mendapatkan harga yang jauh lebih murah, artinya ada lebih banyak dana yang bisa Anda gunakan untuk berbagai kebutuhan lain yang lebih bermanfaat. Misalnya saja untuk berinvestasi di salah satu instrumen investasi yang tersedia
Memiliki seorang anak menjadi salah satu impian yang diidamkan setiap pasangan yang sudah menikah. Kehadiran anak mampu menghapuskan rasa lelah setelah bekerja dan juga bisa menjadi hiburan yang akan meramaikan rumah Anda.

Hal menjadi permasalahan disini adalah tidak semua orang tua mampu siaga dan mempersiapkan dengan baik kelahiran anak mereka. Padahal ada banyak sekali biaya yang perlu dikeluarkan saat anak lahir dan di tahun-tahun pertama kelahirannya.

Baca Juga: 12 Tujuan Keuangan Pada Usia 30 Tahun yang Harus Dicapai

Persiapkan sejak dini semua biaya yang dibutuhkan anak Anda. Berikut ini 7 biaya terbesar yang penting untuk dipersiapkan saat memiliki anak.


7 Biaya Perawatan Bayi Terbesar yang Perlu Dipersiapkan di Tahun Pertama

1. Mainan Anak

Mainan sangat bermanfaat untuk menstimulasi indera anak dan menjaga agar mereka tetap terhibur saat Anda sedang melakukan aktivitas yang lain.

Beberapa mainan yang mampu merangsang indera diantaranya mainan yang mampu mengeluarkan suara atau musik dan mainan gantung yang bisa mereka lihat saat berbaring.

Beberapa contoh yang kami sampaikan di atas menjadi mainan yang sangat penting untuk membantu pertumbuhan anak Anda.

Mainan yang lembut dan bisa dipeluk menjadi pilihan yang tepat juga untuk Anda berikan kepada bayi di awal perkembangannya.

2. Perabotan Bayi dan Berbagai Perlengkapan

Perabotan yang diperlukan bayi diantaranya tempat tidur, berbagai barang dekoratif, monitor untuk mengawasi gerak-gerik bayi Anda, dan lain sebagainya.

3. Pakaian Bayi

Anda tidak bisa mempersiapkan pakaian dalam jumlah yang sedikit saat sudah memiliki bayi. Paling tidak Anda perlu mengganti 2 kali pakaian bahkan lebih untuk menjaga kebersihan tubuhnya.

Bahkan di masa-masa awal pertumbuhan, bayi bisa tumbuh dengan cepat dan artinya semua pakaian yang dimiliki bisa tidak muat untuk digunakan.

Solusi pembelian yang bisa menghemat pengeluaran adalah dengan membeli pakaian yang berukuran lebih besar dan membeli dalam jumlah banyak untuk mendapatkan harga lebih murah.

4. Popok Bayi

Popok menjadi kebutuhan mutlak selanjutnya yang perlu Anda persiapkan saat sudah memiliki anak. Apapun jenis popok yang Anda gunakan, baik kain atau sekali pakai pasti akan sangat menguras pengeluaran setiap bulannya.

Selain popok, Anda juga akan memerlukan tisu yang akan digunakan untuk membersihkan tubuh bayi dari kotoran.

5. Perawatan Kesehatan Bayi

Untuk menjaga anak dari ancaman kesehatan yang membahayakan tubuhnya, Anda sebagai orang tua perlu mengeluarkan biaya untuk merawat kesehatan bayi.

Melakukan pemeriksaan rutin kesehatan dan vaksinasi menjadi pengeluaran yang tidak bisa dihindari saat memiliki anak.

6. Kebutuhan Makanan dan Nutrisi

Bayi yang sudah tumbuh biasanya tidak hanya mengandalkan ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Menambakan susu formula khusus untuk membantu perkembangannya menjadi pengeluaran selanjutnya yang harus dipersiapkan orangtua.

7. Biaya Melahirkan Itu Besar

Biaya terakhir dan menjadi salah satu pengeluaran perawatan bayi terbesar adalah biaya melahirkan. Biaya akan semakin membangkak, jika Anda melahirkan dengan cara operasi caesar di rumah sakit.

Memiliki asuransi kesehatan yang mampu menanggung biaya persalinan ibu hamil menjadi hal yang sangat penting untuk Anda miliki.

Bagaimana cara memenuhi semua pengeluaran di atas?

Salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan berinvestasi sejak dini ke berbagai instrumen investasi yang manawarkan tingkat imbal hasil yang kompetitif.

Kami lebih menyarankan Anda untuk berinvestasi daripada menabung karena hasil yang akan didapatkan akan sangat jauh berbeda di masa depan.

Dengan berinvestasi, dana yang Anda sisihkan berpotensi tumbuh di atas rata-rata laju inflasi tahunan. Hal ini tentu saja tidak akan Anda dapatkan saat menabung uang di bank, ditambah lagi dengan adanya berbagai biaya bulanan yang akan menguras tabungan Ada
Pakaian termasuk ke dalam kebutuhan pokok setelah makanan dan tempat tinggal. Itu artinya mengeluarkan uang untuk membeli pakaian merupakan hal yang perlu Anda lakukan untuk memenuhi kebutuhan yang penting di dalam hidup. Pakaian menjadi kebutuhan pokok untuk menghindari tubuh dari bahaya cuaca yang dingin dan panas.

Meskipun demikian, pakaian yang Anda kenakan bisa menjadi kebutuhan tersier. Hal ini bisa terjadi saat Anda memutuskan untuk membeli pakaian berdasarkan tren yang ada di pasar.

Anda tetap berusaha membeli pakaian berdasarkan tren terbaru meskipun saat ini sudah memiliki banyak sekali pakaian yang bisa digunakan. Tidak perlu berbelanja pakaian hanya berdasarkan tren! Simak 7 alasannya berikut ini.

7 Alasan Anda Tidak Perlu Membeli Pakaian Berdasarkan Tren

1. Tren Pakaian Tidak Pernah Berakhir

Ketahuilah bahwa pakaian yang sedang tren saat ini bisa ditinggalkan dan tidak lagi digunakan orang pada satu atau dua tahun ke depan.

Artinya saat memutuskan untuk mengikuti tren pakaian yang ada di pasar, Anda pasti merasakan tren tersebut berakhir dan tidak cocok lagi digunakan hanya dalam waktu yang singkat saja.

Coba Anda pikirkan baik-baik, apakah pola belanja pakaian di atas yang benar-benar Anda inginkan. Hal yang semakin aneh adalah bisa jadi mode pakaian yang lama bisa kembali menjadi sebuah tren di pasaran.

Dari penjelasan ini dapat dipahami bahwa tren pakaian tidak akan pernah habis untuk diikuti.

2. Anda Perlu Memiliki Identitas Fashion Sendiri

Alasan selanjutnya yang membuat Anda tidak perlu terlalu mengikuti tren pakaian adalah perlunya sebuah identitas berpakaian yang ada di dalam diri Anda.

Memiliki gaya sendiri dalam berpakaian akan membentuk identitas fashion pada diri Anda. Tidak perlu menjadi orang yang senantiasa mengikuti tren berpakaian hanya untuk bisa diterima secara sosial di masyarakat.

Sebab, tren yang ada belum tentu sesuai dengan kepribadian dan cocok untuk Anda kenakan sehari-hari.

3. Tren Pakaian Belum Tentu Cocok Untuk Dikenakan

Masing-masing orang memiliki ciri-ciri fisik yang berbeda satu dengan yang lainya. Ada orang yang berpostur tinggi dan pendek, ada juga yang berkulit gelap dan putih, serta ada juga yang bertubuh kurus dan gemuk.

Karakteristik dan bentuk tubuh yang dimiliki belum tentu sesuai dengan tren pakaian yang sedang berlaku di pasaran. Oleh karena itu, sudah sepatutnya Anda tidak perlu terlalu mengikuti tren berpakaian.

4. Ciri Berpakaian Anda Tidak Unik

Mungkin Anda berpikir bahwa dengan mengikuti sebuah tren pakaian bisa membuat terlihat lebih menonjol dan berbeda dari orang lain.

Faktanya, saat mengenakan pakaian berdasarkan tren artinya ada banyak sekali orang yang juga mengikuti tren yang sama dengan Anda.

Tidak hanya itu saja, setiap toko pasti berusaha menjual pakaian yang sedang banyak diminati di pasar. Jadi, sangat besar kemungkinan Anda mengenakan pakaian yang sama dengan orang lain.

5. Pertimbangkan Anggaran yang Dimiliki

Tren pakaian terbaru bisa saja memiliki harga jual yang berada di atas kemampuan Anda membeli. Artinya, jika ingin mengikuti sebuah tren, Anda harus mengeluarkan lebih banyak anggaran yang dimiliki.

Itu artinya ada pemborosan yang dilakukan untuk sebuah barang habis pakai seperti baju dan celana.

Jangan terlalu memaksakan diri untuk membeli pakaian berdasarkan tren, apalagi yang berada di luar kemampuan Anda. Sebaiknya belilah pakaian sesuai dengan kemampuan dan penghasilan yang Anda dapatkan setiap bulannya.

6. Saat Mode Berkembang, Usia Anda Juga Terus Berkembang

Hal yang banyak tidak disadari adalah mode pakaian yang sedang berkembang saat ini lebih ditujukan untuk anak muda dalam rentang usia 17 – 29 tahun.

Itu artinya, tidak semua orang cocok dan sesuai untuk mengenakan pakaian berdasarkan tren yang ada. Semakin bertambahnya usia membuat Anda tidak selalu cocok untuk mengenakan mode pakaian terbaru. Miliki gaya sendiri dan kenakan pakaian sesuai dengan usia yang Anda miliki saat ini.

7. Bisa Menghemat Banyak Uang! 

Seperti yang sudah kami sampaikan di atas bahwa mengikuti sebuah tren membutuhkan anggaran yang cukup besar untuk Anda miliki. Saat Anda beristirahat dan tidak terlalu memusingkan sebuah tren berpakaian artinya ada lebih banyak dana yang bisa disimpan dan diinvestasikan.
Saat ini banyak sekali orang yang bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahan dan menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk bekerja dari pagi sampai sore.

Hal yang menjadi permasalahan adalah tidak semua orang menyukai rutinitas harian yang demikian, ditambah lagi dengan pendapatan yang terbatas setiap bulannya.

Sehingga ada sebagian masyarakat yang mencari kesibukan lain di luar pekerjaan utama mereka, salah satunya adalah dengan bekerja atau berbisnis sampingan.

Ternyata ada 6 alasan mengapa memiliki pekerjaan atau bisnis sampingan di luar pekerjaan utama sangat menguntungkan untuk dilakukan. Mari kita simak penjelasannya di bawah ini.


6 Alasan Perlu Memiliki Pekerjaan Atau Bisnis Sampingan

1Melakukan Apa yang Disukai

Memiliki pekerjaan sampingan atau bisnis sampingan memungkinkan Anda untuk melakukan sesuatu hal yang disukai. Anda bisa memulai sesuatu dari hobi yang disukai, bisa dengan berdagang makanan ringan, mendesain brosur, atau pekerjaan yang lainnya.

Saat Anda melakukan sesuatu yang disukai, maka Anda tidak akan melihat pekerjaan atau bisnis yang dilakukan sebagai aktivitas yang membosankan. Hal ini dapat terjadi karena Anda melakukannya dengan senang hati.

2. Berpotensi Untuk Bertemu dengan Orang Baru

Keuangan Mereka Tahun Ini
Jika Anda bekerja di sebuah kantor, maka orang yang akan ditemui hanya teman-teman yang sama setiap harinya. Anda juga akan melakukan hal yang sama dan berbicara dengan orang sama setiap harinya.

Hal di atas sangat berbeda saat Anda memiliki bisnis atau pekerjaan sampingan, dimana Anda bisa bertemu dengan pelanggan baru, supplier baru, dan klien yang baru. Hal ini tentu saja akan semakin mengasah kemampuan sosial dan komunikasi yang Anda miliki.

3. Membuat Lebih Bahagia

Masalah keuangan merupakan salah satu tekanan terbesar yang dialami oleh sebagian besar masyarakat. Jumlah pendapatan yang terbatas membuat Anda kesulitan untuk memenuhi berbagai kebutuhan dalam hidup.

Apalagi jika Anda bekerja pada level staff dan masih memiliki jumlah penghasilan yang tidak terlalu besar.

Memiliki pekerjaan atau bisnis sampingan memungkinkan Anda untuk menghasilkan uang ekstra setiap bulan.

Kelebihan uang tersebut bisa Anda gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat dan menyenangkan seperti berinvestasi, membeli pakaian baru, pergi berjalan-jalan dengan keluarga, dan lain sebagainya.

Dari kerja sama ini akan ada dua pihak yang mendapatkan keuntungan, di mana investor mendapatkan imbal hasil atas investasi dan penerima pinjaman mendapatkan dana yang bisa mereka manfaatkan.

4. Bisa Mengasah Keterampilan Anda

Alasan paling jelas dan bisa membawa manfaat saat melakukan pekerjaan sampingan adalah adanya kesempatan untuk mengasah keterampilan.

Hal yang jarang disadari adalah bisa saja keterampilan yang dikembangkan dari pekerjaan sampingan bisa mendukung pekerjaan utama yang Anda miliki.

5. Memperluas Jaringan yang Dimiliki

Saat memiliki pekerjaan atau bisnis sampingan, artinya Anda memiliki kesempatan untuk bertemu dengan orang baru di luar lingkup pekerjaan utama.

Jaringan yang luas akan sangat bermanfaat untuk membantu Anda mengembangkan karir dan pekerjaan di masa depan. Anda juga tidak akan kesulitan untuk menemukan bantuan saat terjadi masalah suatu saat.

6. Mendapatkan Uang Ekstra Setiap Bulannya

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, bahwa tidak semua perusahaan di Indonesia mampu menggaji karyawannya dengan layak.

Meskipun pemerintah sudah menetapkan upah minimum sebagai patokan gaji, namun masih saja ada beberapa perusahaan kecil yang memberikan bayaran jauh di bawah pendapatan minimum. Hal seperti ini tentu saja akan mempengaruhi kualitas hidup layak yang akan didapatkan.

Dengan adanya pekerjaan atau bisnis sampingan, maka Anda memiliki kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak penghasilan setiap bulannya.

Selain itu, pekerjaan atau bisnis sampingan yang Anda jalani bisa memberikan perlindungan, saat Anda kehilangan pekerjaan utama suatu saat.

Anda tidak perlu terlalu bergantung pada satu aliran pendapatan saja, sebab pekerjaan sampingan bisa membantu saat terjadi krisis keuangan yang menimpa.

Secara garis besar memiliki pekerjaan atau bisnis sampingan memungkinkan Anda mempunyai jumlah penghasilan yang lebih besar setiap bulan.

Jumlah penghasilan yang lebih besar membuat Anda mampu meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Anda bisa menggunakan kelebihan uang tersebut untuk mengajak keluarga pergi berjalan-jalan, makan di luar, membeli pakaian, dan yang terpenting adalah kesempatan untuk berinvestasi lebih besar.

Berinvestasi sangat kami tekankan disini karena investasi yang cerdas dan disiplin bisa membuat Anda mencapai berbagai tujuan keuangan di masa depan.

Hasil investasi yang didapakan bisa digunakan untuk membeli rumah, membiayai dana pendidikan anak, biaya berlibur, dan lain sebagainya
Banyak masyarakat yang meremehkan pengeluaran kecil dan mereka juga tidak terlalu khawatir dengan dampak atas pengeluaran kecil tersebut.

Hal yang jarang disadari adalah beberapa pengeluaran kecil ternyata bisa berdampak negatif terhadap anggaran bulanan.

Beberapa jenis pengeluaran kecil yang sering dilakukan meliputi minum kopi di cafe yang dilakukan setiap akhir pekan, membeli makanan ringan di swalayan, membeli games atau aplikasi berbayar untuk smartphone, dan biaya yang dihabiskan untuk makan di luar.

Memang benar, biaya yang Anda keluarkan untuk pengeluaran di atas tidak terlalu besar dan hanya berkisar pada angka Rp5.000 – Rp50.000 saja.

Namun, coba kalkulasikan secara cermat dan jumlahkan semua pengeluaran kecil yang dilakukan selama 1 bulan. Anda pasti akan terkejut melihat jumlah pengeluaran kecil tersebut dalam 1 bulan.

Ketahuilah, setidaknya ada 7 pengeluaran kecil yang menguras anggaran keuangan Anda.

7 Pengeluaran Kecil yang Menguras Anggaran Bulanan

1. Kebiasaan Menarik Uang Tunai Berlebihan di ATM

Saat menarik uang secara berlebihan di ATM, Anda sangat berpotensi untuk melakukan pengeluaran yang berlebih.

Hal tersebut dapat terjadi karena saat melihat banyak uang di dalam dompet, Anda merasa memiliki banyak uang yang bisa dibelanjakan sehingga secara tidak sadar bisa mengeluarkan lebih banyak biaya di luar anggaran yang sudah ditetapkan.

Solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah biasakan diri untuk mengetahui berapa kebutuhan yang Anda perlukan setiap minggu. Dengan demikian, Anda bisa mengambil uang di ATM sesuai dengan kebutuhan mingguan tersebut.

2. Hadiah

Hadiah di sini meliputi uang atau barang yang Anda berikan untuk hadiah ulang tahun, hadiah pernikahan, hadiah kelahiran anak seorang teman, dan jenis yang lainnya.

Saat memberikan jenis hadiah ini, setidaknya Anda akan mengeluarkan uang minimal Rp50.000 – Rp100.000. Duh… apa tidak menguras anggaran bulanan, ya?

3. Biaya Atas Kepemilikan Kendaraan

Biaya atas kepemilikan kendaraan pun termasuk dalam salah satu pengeluaran kecil yang menguras anggaran bulanan.

Kendaraan seperti motor dan mobil membutuhkan biaya yang harus Anda keluarkan secara berkala. Biaya kecil atas kepemilikan kendaraan bermotor meliputi biaya masuk tol, biaya parkir, biaya suku cadang, dan lain sebagainya.

Biaya parkir menjadi jenis pengeluaran yang tidak banyak diperhitungkan oleh sebagian masyarakat yang memiliki mobil dan motor.

Padahal saat ini biaya parkir memiliki sistem perhitungan per jam dan artinya biaya ini akan semakin meningkat jika Anda sering bepergian ke suatu tempat.

4. Biaya Gaya Hidup yang Tidak Sehat 

Pergaulan dan pengaruh teman-teman seringkali membuat Anda mengikuti gaya hidup yang tidak sehat. Misalnya saja mengeluarkan uang untuk membeli bir, wine, dan rokok yang semua itu sangat berpengaruh terhadap kesehatan Anda.

5. Biaya Atas Kepemilikan Properti 

Banyak Uang Saat Merenovasi Rumah, Tertarik Mencoba?
Properti merupakan jenis harta yang nilainya berpotensi untuk terus meningkat di masa depan. Hanya saja, kepemilikan properti membuat Anda harus mengeluarkan beberapa biaya kecil secara rutin.

Misalnya, biaya untuk perbaikan, biaya pemeliharaan, dan biaya utilitas yang nilainya tidak terduga dan bisa menguras banyak pengeluaran.

6. Biaya Makan di Luar 

Jenis biaya ini sudah kami singgung pada penjelasan di atas dan seringkali dianggap sebagai pengeluaran kecil yang tidak diperhitungkan oleh sebagian besar masyarakat.

Misalnya saja Anda menghabiskan uang  Rp100.000 untuk sekedar makan di luar setiap minggu. Itu artinya dalam 1 bulan, Anda sudah mengeluarkan uang untuk makan di luar mencapai Rp400.000.

Jika saat ini Anda memiliki penghasilan rata-rata orang Indonesia yang berada pada kisaran Rp3.000.000 setiap bulan. Pengeluaran untuk maka di luar sudah mencapai persentase sebesar 13% dari total penghasilan Anda.

7. Biaya Kecantikan 

Jenis biaya yang satu ini paling banyak dilakukan oleh para wanita untuk merawat diri dan menjaga penampilan mereka. Biaya kecantikan di sini termasuk di dalamnya biaya ke salon, biaya perawatan spa, dan biaya membeli berbagai produk kecantikan.

Lantas, Apa Solusi dari Masalah di Atas? Pengeluaran Bulanan

Tidak masalah jika Anda memiliki beberapa pengeluaran kecil yang harus dikeluarkan setiap bulan. Hanya saja penting untuk melakukan pencatatan atas setiap pengeluaran yang Anda lakukan setiap bulannya.

Anda bisa mencatat jenis pengeluaran kecil di dalam smartphone atau menggunakan aplikasi penganggaran yang bisa didapatkan secara gratis.

Dengan cara seperti ini, Anda akan memiliki anggaran yang memang dikhususkan untuk pengeluaran kecil dan bisa sekaligus memonitor pengeluaran yang dilakukan.

Langkah selanjutnya adalah penting untuk mengetahui pengeluaran yang benar-benar diprioritaskan setiap bulannya.

Lakukan evaluasi apakah Anda benar-benar perlu menghabiskan uang untuk makan di luar, membeli perlengkapan kosmetik, dan membeli rokok yang terbukti berbahaya bagi kesehatan
Usia 30 tahun merupakan rentang usia di mana seseorang mulai mendapatkan kemapanan secara finansial. Hal ini mampu didapatkan karena pada usia 30 tahun, seseorang sudah memiliki pekerjaan yang mampu mencukupi kebutuhan hidupnya dan juga nilai investasi yang mencukupi.

Meskipun demikian tidak semua orang mampu mencapai kemapanan secara finansial pada usia 30 tahun. Untuk itulah, pada artikel ini akan dijelaskan beberapa tujuan keuangan pada usia 30 tahun yang harus dicapai.

12 Tujuan Keuangan Pada Usia 30 Tahun yang Harus Dicapai


1Jangan Bergantung Pada Orangtua

Ini dia tujuan keuangan pada usia 30 tahun yang perlu Anda capai. Ya, sudah menjadi naluri seorang orangtua, di mana mereka ingin membantu anak-anaknya terlepas dari masalah keuangan.

Hal yang menjadi masalah adalah rasa cinta yang mereka berikan kepada anak-anak seringkali menjadi penghalang seseorang untuk bisa dewasa dan mandiri secara finansial.

Oleh sebab itu, berusahalah untuk hidup mandiri dengan menghasilkan pendapatan sendiri dan tidak lagi bergantung pada mereka.

2. Terbebas dari Utang

Semua utang yang Anda miliki terutama utang konsumtif harus segera dihapuskan pada saat usia Anda menginjak 30 tahun. Jangan membiasakan diri untuk berutang. Jika Anda memiliki utang, segera lunasilah. Jangan jebak diri Anda sendiri pada sesuatu yang tidak bisa Anda bayar.

3. Memiliki Asuransi Kesehatan

Anda yang masih berusia muda mungkin berpikir bahwa asuransi kesehatan bukanlah hal yang penting untuk dimiliki.

Padahal dengan adanya asuransi kesehatan, Anda bisa terhindar dari pengeluaran yang besar untuk membayar biaya pengobatan dan rumah sakit. Penting untuk menyisihkan sebagian pendapatan yang dimiliki untuk dialokasikan ke asuransi kesehatan.

4. Jangan Lupa Mencatat Pengeluaran

Aktivitas ini memang terasa membosankan untuk dilakukan, tetapi dengan melakukan pencatatan pengeluaran Anda bisa mengetahui ke mana aliran uang pergi.

Pada saat usia menginjak 30 tahun, Anda harus sudah terbiasa melacak semua pembelian dan pengeluaran yang dilakukan.

5. Memiliki Arah Karier yang Jelas

Pekerjaan yang Anda miliki merupakan sumber utama keuangan keluarga. Oleh karena itu, sangat penting untuk sudah mengetahui kemana arah karir dan pekerjaan yang Anda lakukan saat ini.

6Memiliki Portofolio Investasi
 strategi investasi - teknik investasi - strategi bisnis - menciptakan rencana keuangan
Investasi merupakan langkah yang perlu Anda lakukan untuk mencapai berbagai tujuan keuangan di masa depan.

Dengan investasi yang dimiliki, Anda bisa dengan mudah membiayai dana pendidikan anak, membayar DP rumah, membiayai dana pernikahan, dan memiliki dana untuk berlibur.

Lakukan diversifikasi investasi ke berbagai instrumen investasi yang ada, mulai dari saham, reksadana, obligasi, emas batangan, dan peer to peer lending. KoinWorks bisa menjadi instrumen investasi peer to peer lending yang bisa Anda mulai dengan segera.

Melalui KoinWorks, Anda bisa memulai investasi dengan dana minimal  Rp100.000 saja. Modal investasi yang terbilang rendah dan sangat terjangkau untuk sebagian besar masyarakat di Indonesia.

Hal yang tidak kalah menarik adalah tingkat imbal hasil yang didapatkan dari investasi di KoinWorks berada di atas rata-rata laju inflasi tahunan Indonesia. Ini sangat memungkinkan dana yang Anda tanam bisa tumbuh dengan optimal di masa depan.

Tidak hanya itu saja, investasi yang Anda lakukan di KoinWorks juga bisa membantu perkembangan UMKM di Indonesia. Hal ini bisa terjadi karena KoinWorks akan mempertemukan investor selaku pemilik dana dengan peminjam dana yang dalam hal ini adalah pelaku UMKM di Indonesia.

7. Memiliki Dana Darurat

Dana darurat bermanfaat untuk memenuhi pengeluaran darurat yang bisa saja terjadi di masa depan, seperti saat terjadinya PHK sepihak dari perusahaan, ada keluarga yang sakit keras, atau biaya pengobatan yang tidak ditanggung asuransi.

8. Memiliki Penghasilan Sampingan yang Menguntungkan

Memiliki pendapatan sampingan apapun bentuknya sangat penting untuk Anda miliki di usia 30 tahun. Temukan sumber penghasilan alternatif di luar pekerjaan utama yang Anda miliki.

9. Nilai Kekayaan Bersih yang Positif

Sangat sederhana untuk menilai kekayaan bersih yang Anda miliki, yaitu dengan mencari selisih antara Aset dan Kewajiban saat ini.

Jumlah Aset yang lebih besar dari Kewajiban merupakan pertanda yang baik dan menunjukkan bahwa Anda memiliki nilai kekayaan bersih yang positif.

10. Jangan Berorientasi Konsumtif

Jangan mudah tergoda untuk membelanjakan berbagai barang konsumtif di usia 30 tahunan. Kurangi perilaku membeli pakaian baru, membeli gadget baru, atau membeli mobil yang nilainya akan terus menurun di masa depan.

11. Rutin Beramal dan Menyisihkan Sebagian Pendapatan Anda

Muda dan Investasi Minggu Ini - 4 Cara Sederhana Menghemat Uang Demi Memenuhi Tujuan Finansial - 5 Tips Keuangan untuk Ekstrovert agar Tak Salah Langkah
Anda perlu menganggarkan sebagian penghasilan yang didapatkan setiap bulan untuk beramal dan membantu orang yang kurang beruntung. Tidak ada salahnya berbagi kebahagiaan dan menyisihkan sebagian rezeki yang Anda miliki kepada orang lain.

12. Hapus Pengeluaran yang Tidak Perlu

Berbagai pengeluaran seperti biaya keanggotaan pusat kebugaran, biaya membeli majalah bulanan, biaya nongkrong setiap minggu, dan rutin menonton ke bioskop sebenarnya bisa Anda batasi.

Anggarkan biaya untuk bersenang-senang dan disiplinlah mengikuti anggaran yang sudah Anda tetapkan tersebut.

Jika perlu Anda bisa menemukan hiburan pengganti yang lebih murah dan tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk mendapatkannya.

Misalnya saja dengan berolahraga di rumah dan melakukan gerakan sederhana, membuat kopi sendiri di rumah dibandingkan harus membeli kopi di cafe yang mahal, dan berbagai alternatif yang lain.

Demikianlah 12 tujuan keuangan yang seharusnya Anda capai pada usia ke 30 tahun. Semoga informasi yang kami sampaikan di atas bisa memberikan banyak manfaat untuk Anda semua
Memasuki masa pensiun membuat banyak orang lebih memilih untuk menikmati hari tua dan tidak lagi produktif bekerja. Namun, tidak semua orang suka melakukan hal tersebut dan lebih memilih untuk bekerja dan kembali produktif di masa tua.

Keputusan untuk kembali bekerja di masa tua ternyata bukanlah pilihan yang buruk. Berikut ini adalah penjelasan mengapa bekerja setelah pensiun merupakan pilihan tepat untuk Anda lakukan

8 Alasan Mengapa Bekerja Setelah Pensiun Merupakan Pilihan Tepat

1. Bekerja Membuat Anda Tetap Sehat Secara Fisik dan Mental

Tetap aktif bekerja ternyata bisa membuat mental dan fisik Anda menjadi lebih sehat. Tidak hanya itu saja, sebab pekerjaan yang dilakukan bisa membuat Anda aktif secara sosial dan mencegah diri terisolasi secara sosial di masa tua.

2. Menikmati Pekerjaan yang Dilakukan

 Meneruskan Bisnis Keluarga - Anggota Keluarga Tidak Pandai Mengelola Keuangan? Ini 5 Solusinya - 5 Masalah Keuangan Keluarga yang Tidak Harus Selalu Diketahui Anak Anda
Anda bisa bekerja pada bidang yang benar-benar disukai dan hanya membutuhkan lebih sedikit waktu untuk bekerja. Seperti yang dikethaui, melakukan sesuatu yang disukai dengan hati akan terasa lebih menyenangkan.

3. Bekerja Paruh Waktu Sembari Menikmati Hari Tua

Jangan bekerja secara penuh waktu saat Anda sudah memasuki masa pensiun, karena bekerja penuh waktu akan sangat menguras fisik dan emosional. Sebaiknya pilihlah pekerjaan yang memiliki jam kerja yang sedikit dan menawarkan fleksibilitas.

Misalnya saja, Anda membuka kursus privat kepada anak-anak dan mengajarkan mereka tentang pengetahuan yang Anda kuasai.

4. Anda Bisa Mencoba Jenis Pekerjaan Baru

Jika ingin bekerja setelah pensiun, Anda bisa mengasah keterampilan yang dikuasai dan melakukannya terus-menerus. Ini bisa menjadi pilihan yang sangat tepat untuk dilakukan. Hal lain yang harus dipertimbangkan adalah pilihlah jenis pekerjaan yang paling Anda sukai untuk dilakukan.

5. Bekerja Membuat Anda Aktif dan Bisa Menghindari Kebosanan

Tidak aktif lagi bekerja membuat banyak pensiunan merasa bosan di rumah. Apalagi bagi orangtua yang tinggal jauh dari anak dan cucu mereka, tentu saja perasaan kesepian akan semakin menghantui setiap saat.

Dengan bekerja, para orangtua akan terhindar dari kebosanan dan bisa mengisi waktu mereka menjadi lebih produktif.

6. Untuk Menambah Jumlah Tabungan

Bagi Anda yang tidak mempersiapkan masa tua dengan baik, kembali bekerja menjadi salah satu pilihan yang perlu dilakukan agar tidak bergantung dengan anak dan cucu.

Bekerja memungkinkan Anda untuk mendapatkan penghasilan yang bisa menutupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Oleh sebab itu, kami sangat menyarankan Anda untuk berinvestasi di masa muda. Tujuannya adalah agar hasil investasi yang sudah dilakukan bisa digunakan di masa tua dan Anda tidak perlu lagi bekerja setelah pensiun.

Mulailah berinvestasi dan mempersiapkan dana pensiun di awal Anda memulai karir, karena semakin cepat Anda memulai akan semakin rendah juga uang yang perlu disisihkan untuk diinvestasikan.

Sebagai informasi, KoinWorks menjadi salah satu solusi investasi  peer to peer lending yang bisa Anda mulai pada usia muda. Tidak perlu modal yang besar, sebab berinvestasi di KoinWorks bisa dimulai dengan modal yang sangat kecil, yaitu Rp100 ribu saja.

Modal yang rendah bukan berarti imbal hasil yang didapatkan juga rendah. Sebab, KoinWorks mampu menawarkan tingkat imbal hasil yang berada di atas rata-rata laju inflasi tahunan.

Tertarik untuk mendaftarkan diri sebgaai Pendana? Yuk, daftar sekarang di sini. Anda bisa mendapatkan saldo awal investasi sebesar Rp50 ribu, lho!

Jangan lupa, KoinWorks sedang mengadakan #invite2invest Referral Contest di mana Anda bisa mendapatkan berbagai hadiah menarik, seperti iPhone X, tiket liburan ke Jepang dan Singapura untuk dua orang, dan masih banyak lagi!

Silakan lengkapi informasi Anda dengan membaca artikel berikut ini.

7. Anda Membutuhkan Dana Kesehatan yang Lebih Besar

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, bahwa biaya kesehatan akan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Itu artinya Anda membutuhkan dana tambahan untuk menutupi biaya kesehatan di masa tua. Belum lagi jika Anda memiliki gaya hidup yang tidak sehat di masa muda, seperti merokok, minum alkohol, dan tidak suka berolahraga. Maka resiko terkena penyakit di masa tua akan sangat besar terjadi.

8. Hasil Investasi yang Dimiliki Menurun

Investasi yang dilakukan pasti memiliki risiko, baik itu tinggi atau resiko yang rendah. Saat Anda berinvestasi di pasar saham dengan pergerakan harga yang tidak menentu dan cenderung fluktuatif, maka sangat besar Anda beresiko mengalami kerugian akibat investasi yang dilakukan.

Pekerjaan yang dimiliki di masa tua akan sangat membantu Anda menutupi kerugian dari investasi yang dilakukan.

9. Kesimpulan

Saat memilih untuk bekerja di masa tua, maka manfaatnya adalah Anda bisa memiliki aktivitas positif yang bisa dilakukan. Bekerja bisa bermanfaat untuk mengusir perasaan bosan di hari-hari tua dengan aktivitas yang produktif.

Hal yang perlu dihindari di sini adalah jangan bekerja di masa tua hanya karena Anda telat mempersiapkan dana pensiun untuk digunakan di hari tua.

Cara terbaik untuk mencegah terjadinya hal ini adalah mulai berinvestasi yang ditujukan untuk dana pensiun.
Kondisi keuangan yang tidak baik atau bahkan buruk karena lebih banyak pengeluaran daripada pendapatan bisa disebabkan oleh beberapa hal yang selama ini Anda lakukan.

Atau bisa juga dikarenakan ada beberapa hal yang luput Anda terapkan untuk menjaga kondisi finansial tetap sehat.

Cara memperbaiki kondisi di atas sangatlah mudah, Anda hanya perlu menantang diri sendiri untuk mulai melakukan hal-hal yang terbukti mampu memperbaiki kondisi keuangan. Berikut 9 tantangan memperbaiki kondisi keuangan Anda.

9 Tantangan Memperbaiki Kondisi Keuangan Anda

1. Mulailah Melakukan Penganggaran

Anggaran keuangan merupakan alat terbaik yang perlu dimiliki agar bisa mengubah masa depan keuangan yang ada.

Mulai saat ini anggarkan setiap penghasilan bulanan yang didapatkan ke berbagai pos-pos mulai dari biaya bulanan, utang yang harus dibayar setiap bulan, dan tabungan serta investasi.

2. Latih Diri Untuk Mengurangi Makan di Luar

Harus diakui bahwa makan di warung makan atau restoran lebih praktis, dibandingkan harus mengolah berbagai bahan makanan untuk dimasak. Namun, jika Anda membiasakan diri makan di luar, akan ada lebih banyak biaya yang harus dikeluarkan setiap bulannya.

Tantang diri Anda untuk memasak makan siang sendiri selama 1 minggu, bulan berikutnya 2 minggu, dan seterusnya sampai 1 bulan penuh.

Saat melakukan perubahan kebiasaan makan, Anda pasti akan terkejut dengan berapa jumlah uang yang bisa dihemat dalam sebulan.

3. Buat Rencana Makanan Selama 1 Bulan

Tantangan ketiga ini masih sangat erat berhubungan dengan tantangan sebelumnya yang sudah dijelaskan.

Tujuan dari merencanakan menu makanan selama 1 bulan adalah untuk mengurangi kemungkinan berbagai bahan makanan terbuang percuma, karena Anda tidak menggunakannya dengan optimal.

4. Biasakan Diri Anda Membaca Artikel atau Buku tentang Personal Finance

Jika Anda ingin memperbaiki kondisi keuangan, namun tidak mengetahui ilmunya, membaca berbagai pengetahuan tentang keuangan pribadi merupakan solusi yang bisa dilakukan.

Ada banyak sekali buku-buku yang membahas tentang cara terbebas dari utang, cara mengelola pendapatan, dan cara berinvestasi dengan bijak.

Atau Anda juga bisa membaca berbagai ilmu keuangan dan investasi secara gratis melalui berbagai website keuangan yang terpercaya seperti Blog Koinworks.Pastikan sumber bacaan Anda bisa dipercaya dan kredibel!

5. Mulai Belajar dan Menerapkan Investasi untuk Masa Depan

Salah satu kunci dalam membangun kekayaan adalah menjalankan investasi dan mempelajarinya setiap saat. Buku yang dikeluarkan oleh Robert Kiyosaki berjudul “Rich Dad, Poor Dad” bisa menjadi salah satu bahan bacaan terbaik yang bisa dibaca.

Untuk memulai investasi Anda tidak harus menggunakan modal yang sangat besar, sebab hanya dengan uang  Rp100.000 Anda sudah bisa berinvestasi di KoinWorks. Imbal hasil yang akan didapatkan juga sangat kompetitif yang mencapai 18% dalam setahun, tergantung resiko yang berani Anda tanggung.

Lewat platform yang ditawarkan oleh KoinWorks, Anda bisa mencapai berbagai tujuan keuangan di masa depan seperti untuk uang pangkal sekolah anak, membayar DP rumah, atau dana berlibur pulang ke kampung halaman.

6. Segera Bayar Utang Anda

Memiliki banyak utang tidak akan membuat hidup Anda tenang dan biasanya banyak orang yang terjebak dengan kemudahan berutang melalui kartu kredit.

Jika saat ini Anda memiliki utang kartu kredit atau utang yang lainnya, maka segeralah membuat rencana untuk melunasi berbagai utang tersebut.

Dengan semakin cepat utang tersebut dilunasi, maka akan semakin cepat pula Anda memiliki dana lebih untuk berinvestasi dan menabung sebagai rencana di masa depan.

7. Jangan Gunakan Kartu Kredit!

Memiliki kartu kredit akan semakin memudahkan Anda untuk membeli berbagai keperluan yang tidak mampu Anda penuhi dengan menggunakan uang tunai.

Saat ini terjadi dan Anda tergoda dengan jebakan kartu kredit, maka akan semakin banyak utang menumpuk yang harus dicicil setiap bulan. Belum lagi dengan adanya beban bunga yang harus Anda bayarkan saat memiliki kartu kredit tersebut.

8. Temukan Sumber Penghasilan Tambahan

Jika Anda masih muda dan memiliki banyak waktu luang sepulang bekerja atau di akhir pekan, tidak ada salahnya untuk menemukan sumber penghasilan tambahan baru.

Dengan memiliki sumber penghasilan tambahan, artinya ada lebih banyak uang yang bisa dikumpulkan setiap bulan. Selain itu dengan adanya sumber penghasilan tambahan Anda juga tidak perlu terlalu bergantung dengan penghasilan utama.

Temukan berbagai ide yang memungkinkan Anda mendapatkan penghasilan sampingan di luar pekerjaan utama. Dengan semakin banyak sumber penghasilan yang Anda dapatkan, maka semakin mudah juga Anda membangun kekayaan dan keluar dari jeratan utang.

9. Tingkatkan Keterampilan Anda

Keterampilan kerja yang lebih baik artinya Anda akan semakin kompetitif dan produktif dalam bekerja. Dengan demikian, kemungkinan Anda mendapatkan tanggung jawab yang lebih besar dari perusahaan dan juga pendapatan yang lebih besar akan semakin terbuka lebar.

Ikuti berbagai pelatihan tambahan atau sertifikasi yang mampu mengasah keterampilan Anda menjadi lebih baik. Jika memungkinkan, tidak ada salahnya mengambil gelar pascasarjana untuk mendapatkan ilmu di perguruan tinggi.

Itulah dia 9 tantangan memperbaiki kondisi keuangan Anda. Selamat mencoba!
Biaya tagihan listrik menjadi salah satu pengeluaran rumah tangga terbesar yang menjadi beban setiap bulannya. Jika Anda bisa berhemat dan menekan biaya listrik setiap bulan, artinya ada lebih banyak uang yang bisa dimanfaatkan untuk hal lain. Tidak sulit untuk menekan pengeluaran listrik jika Anda mengetahui caranya.

Pada pembahasan kali ini akan dijelaskan bagaimana cara untuk melakukan penghematan listrik.

Mudah! Ini 5 Cara Mengurangi Biaya Tagihan Listrik Bulanan

1. Beralih ke Tenaga Surya

Cara mengurangi biaya tagihan listrik bulanan yang pertama adalah dengan beralik ke tenaga surya. Cara yang satu ini merupakan langkah paling efektif untuk menurunkan biaya tagihan listrik, tetapi masih sedikit masyarakat yang mengetahuinya.

Memang saat akan menggunakan tenaga matahari, Anda memerlukan panel surya yang membutuhkan biaya cukup mahal untuk membuatnya.

Meskipun biaya yang harus dikeluarkan di awal cukup mahal, Anda akan merasakan penghematan yang signifikan dalam jangka panjang.

2. Manfaatkan Lampu LED

Jika saat ini Anda masih menggunakan bola lampu pijar di dalam rumah, maka segeralah beralih untuk menggunakan lampu LED.

Hal ini perlu dilakukan karena LED merupakan pilihan terbaik untuk menerangi rumah yang ramah lingkungan, berbiaya rendah, dengan tingkat efisiensi energi yang tinggi.

3. Turunkan Konsumsi Pendingin Ruangan atau AC

Ya, ini adalah salah satu cara mengurangi biaya tagihan listrik bulanan. Pendingin ruangan banyak digunakan masyarakat yang tinggal di iklim panas atau iklim tropis. Hal tersebut mereka lakukan untuk membuat suasana rumah menjadi lebih nyaman dan sejuk.

Padahal AC yang digunakan tersebut merupakan salah satu faktor yang membuat  biaya listrik bulanan menjadi membengkak.

Jangan terlalu sering menggunakan pendingin ruangan, sebab tubuh Anda memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan sekitar.

Untuk opsi yang lebih hemat biaya, Anda bisa mempertimbangkan untuk menggunakan kipas angin, saat cuaca di luar rumah sangat panas.

4. Matikan Listrik Saat Anda Tidak Menggunakannya

Pasti Anda tidak menyadari dan sering tidak mencabut peralatan elektronik dari sumber listrik, saat sedang tidak digunakan.

Beberapa peralatan elektronik yang biasanya dibiarkan tersambung pada sumber listrik dan tidak digunakan adalah TV, komputer, DVD Player, Xbox, dan oven.

Tahukah Anda bahwa peralatan elektronik yang masih tersambung pada sumber listrik akan tetap menggunakan daya dan membebani biaya listrik, meskipun Anda tidak sedang menggunakannya.

Biasakan diri Anda dan keluarga untuk segera mencabut peralatan elektronik yang tidak terpakai dari sumber listrik. Hal yang perlu diprioritaskan adalah pada saat Anda akan pergi keluar dalam waktu yang cukup lama.

Membiasakan hal sederhana ini terbukti mampu menghemat biaya listrik yang perlu Anda keluarkan setiap bulan.

Saat pengeluaran untuk biaya listrik menurun, artinya akan ada lebih banyak uang yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal lain.

Misalnya saja, Anda bisa menyisihkan dana untuk diinvestasikan ke instrumen investasi yang mampu

Meski modal untuk memulai investasi sangat minim, imbal hasil yang bisa didapatkan sangat tinggi yaitu, mampu mencapai bunga efektif 18% dalam setahun.

Dengan modal investasi yang rendah, maka tidak ada alasan lagi untuk menunda berinvestasi dan mulai mempersiapkan masa depan keuangan yang lebih baik.

Melalui investasi, Anda bisa mencapai berbagai tujuan keuangan. Sebagai contoh, liburan bersama keluarga, membayar DP rumah, membiayai dana pendidikan anak, membeli kendaraan untuk keluarga, dan lain sebagainya.

Bahkan berinvestasi di KoinWorks juga semakin menguntungkan karena bisa mengikuti #invite2invest Referral Contest di mana Anda dan pasangan berkesempatan untuk mendapatkan iPhone X, liburan gratis ke Singapura dan Jepang untuk 2 orang, serta hadiah-hadiah menarik lainnya.

Caranya gampang sekali. Setelah mendaftar sebagai investor di KoinWorks, undang rekan/keluarga Anda untuk menjadi investor dengan membagikan Kode Referral pada dashboard Anda.

Jika Anda berhasil mengundang 3 Active Referral yang berinvestasi sebesar Rp1 juta saja, Anda bisa mendapatkan Rp300 ribu di Kas Anda. Keterangan lengkap, silakan rujuk artikel berikut ini.

Bagaimana sangat menarik sekali bukan?

5. Ganti Peralatan Elektronik yang Sudah Tua

Salah satu sumber pemborosan listrik terbesar yang tidak Anda sadari adalah penggunaan peralatan elektronik tua yang membutuhkan banyak sumber energi.

Salah satunya adalah dengan mengganti lemari es tua ke lemari es yang lebih baru untuk menghemat lebih banyak daya saat digunakan.

Tidak hanya lemari es saja, Anda juga perlu mengganti peralatan elektronik tua lain ke peralatan yang lebih baru untuk mendapatkan penghematan daya listrik.

Beberapa peralatan elektronik yang perlu Anda pertimbangkan untuk diganti adalah TV, lemari es, AC, komputer, dan lain sebagainya.

Saat mengganti peralatan elektronik ke produk yang lebih baru, Anda tidak hanya bisa menghemat biaya listrik, tetapi juga bisa mendapatkan produk dengan kualitas yang lebih baik saat digunakan.

Jangan mempertahankan peralatan elektronik tua karena alasan sayang membuangnya. Anda bisa menjual peralatan elektronik tersebut ke toko barang bekas dan selanjutnya tambahkan sedikit uang untuk mendapatkan peralatan elektronik yang lebih baik.

Cara seperti ini terbukti mampu menghemat lebih banyak uang saat akan mendapatkan peralatan elektronik baru.

Nah, itulah dia 5 cara mengurangi biaya tagihan listrik bulanan. Yuk, hemat biaya listrik mulai saat ini! Jangan jadikan tagihan bulanan Anda membengkak karena ketidakmampuan menghemat penggunaan listrik di rumah.

Lima cara di atas kami berikan untuk memberikan solusi terbaik yang bisa Anda lakukan untuk menghemat pengeluaran bulanan.

Selamat mencoba!
Utang bukanlah masalah yang bisa datang tanpa penyebab, pasti ada hal yang sudah Anda lakukan dan akhirnya membuat utang tersebut semakin menumpuk.

Kebiasaan belanja yang salah menjadi salah satu faktor penyebab yang membuat utang semakin menumpuk.

Solusi terbaik untuk menghentikan utang yang terus membengkak adalah mengubah kebiasaan belanja yang Anda miliki saat ini.

Berikut ini 5 kebiasaan belanja yang tidak Anda sadari bisa membuat utang semakin menumpuk dan berkembang menjadi besar.

5 Kebiasaan Belanja yang Membuat Utang Semakin Menumpuk

1. Anda Menghabiskan Lebih Banyak Uang daripada yang Bisa Dihasilkan

Jangan memiliki gaya hidup yang berlebihan, jika saat ini Anda masih memiliki penghasilan yang pas-pasan setiap bulannya.

Segera ubah pola pengeluaran yang dimiliki dan pastikan Anda membelanjakan jumlah uang yang lebih rendah dari penghasilan yang didapatkan.

Pola belanja yang lebih besar dari pendapatan inilah yang secara tidak sadar bisa membuat Anda terjebak pada hutang. Bisa dengan berhutang dari orang lain atau menggunakan kartu kredit untuk memenuhi pengeluaran.

Hiduplah sesuai dengan kemampuan Anda dan segera lakukan evaluasi atas setiap pengeluaran yang Anda lakukan setiap bulan.

2. Membelanjakan Uang yang Tidak Dimiliki

Membelanjakan uang yang tidak dimiliki maksudnya Anda menggunakan kartu kredit untuk berbelanja, mengambil pinjaman untuk membeli barang, dan berhutang dengan teman atau keluarga.

Saat Anda menggunakan metode ini untuk membayar pengeluaran, artinya Anda menciptakan utang baru yang harus dilunasi di masa depan.

Gunakan uang untuk berbelanja sebesar apa yang bisa Anda hasilkan setiap bulannya dan jangan sekali-kali mengeluarkan uang lebih besar dari pendapatan.

Kurangi berbagai keinginan yang bisa ditunda dan mulai mengurangi berbagai pengeluaran yang tidak terlalu penting.

3. Belanja Menggunakan Kartu Kredit

Daya tarik utama dari kartu kredit adalah kemudahan yang ditawarkan, dimana Anda bisa membayar berbagai barang nanti dengan cara dicicil.

Hal inilah yang mengundang banyak orang bersedia memiliki kartu kredit dan membiasakan diri berbelanja berbagai hal yang tidak diperlukan. Mulai dari membeli bahan makanan, pakaian, tiket, dan berbagai hiburan lainnya.

Jika bisa membayar tunai, mengapa harus berhutang?

Membeli barang dengan uang tunai lebih membuat lebih tenang dan pikiran Anda tidak akan terbebani dengan cicilan yang harus dibayarkan.

4. Memilih Berhutang daripada Membayar dengan Uang Tunai

Pola pikir seperti hal di ataslah yang membuat banyak orang memiliki kartu kredit untuk memenuhi berbagai kebutuhan bulanan.

Mereka merasa nyaman berhutang dan membayar di kemudian hari dengan beban pokok dan tambahan bung. Meskipun beban bunga kecil saat dilihat dalam hitungan bulan, Anda akan tercengan saat utang tersebut menumpuk dalam satu tahun.

Utang yang Anda biarkan menumpuk akan terus berkembang menjadi lebih besar dan akhirnya membuat diri Anda sulit lepas dari jeratan utang.

Solusi untuk mengatasi masalah di atas adalah Anda harus menyadari, bahwa dengan berhutang artinya harus membayar lebih besar dari yang seharusnya. Lebih baik prioritaskan untuk membeli barang yang Anda inginkan secara tunai.

Uutang yang dimiliki tidak hanya membebani keuangan keluarga Anda, tetapi juga membuat tujuan keuangan di masa depan sulit tercapai.

Uang yang Anda keluarkan untuk membayar utang sebenarnya bisa digunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat.

Sebagai contoh, Anda bisa berinvestasi di KoinWorks, sebuah platform investasi peer-to-peer lending yang tepat untuk investor pemula. Di KoinWorks, Anda bisa mulai berinvestasi dengan nominal mulai dari Rp100.000.

Meski modal untuk memulai investasi sangat minim, imbal hasil yang bisa didapatkan sangat tinggi yakni, mencapai bunga efektif 18% dalam setahun.

Dengan modal investasi yang rendah, maka tidak ada alasan lagi untuk menunda berinvestasi dan mulai mempersiapkan masa depan keuangan yang lebih baik.

Melalui investasi, Anda bisa mencapai berbagai tujuan keuangan. Sebagai contoh, liburan bersama keluarga, membayar DP rumah, membiayai dana pendidikan anak, membeli kendaraan untuk keluarga, dan lain sebagainya.

5. Berhutang untuk Melunasi Utang

Istilah yang sering Anda dengar untuk menggambarkan peristiwa di atas adalah “gali lubang,  tutup lubang”. Saat menggunakan utang untuk melunasi utang, maka ketahuilah hal ini akan semakin memperburuk keadaan Anda.

Daripada mengambil hutang untuk melunasi hutang yang lain, lebih baik Anda menambah jumlah penghasilan yang didapatkan setiap bulan.

Dengan semakin besar jumlah penghasilan yang Anda dapatkan, maka akan semakin besar juga jumlah yang bisa disisihkan untuk melunasi hutang. Anda bisa mengambil pekerjaan atau bisnis sampingan yang bisa dilakukan sepulang bekerja atau di akhir pekan.

Temukan cara kreatif untuk melunasi utang yang dimiliki!

Utang yang Anda miliki akan semakin membebani diri Anda sendiri dengan pokok dan bunga yang harus dibayarkan setiap bulannya.

Jika Anda ingin membeli barang, lebih baik prioritaskan untuk membelinya dengan cara tunai daripada harus berhutang.

Saat Anda terbebas dari jeratan utang, maka akan ada lebih banyak dana yang bisa diinvestasikan untuk masa depan keluarga.

Mulai saat ini, yuk segera ubah kebiasaan belanja seperti yang sudah kami jelaskan di atas, agar Anda tidak terjerat dengan hutang yang semakin menumpuk di masa depan.

Semoga menginspirasi!